Hal itu diketahui dari unggahan lewat media social Instagram Damkar Samarinda dengan judul besar WASPADA PENIPUAN!!! pada Minggu (30/5/2021) kemarin.
Dalam tulisannya, Damkar Samarinda menginformasikan kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda untuk berhati-hati terhadap penipuan sumbangan yang mengatas namakan Barisan Pemadam Kebakaran "PRIMITIVE" yang disebut berdomilisi di Jalan Muso Salim,
“Setelah dilakukan pengecekan oleh para petugas kelurahan beserta Babinsa dan Babinkamtibmas tidak ada nama relawan tersebut di lingkungan Jalan Muso Salim,” tulis Damkar Samarinda.
Terkait hal itu, Damkar Samarinda meminta masyarakat yang merasa didatangi dan dirugikan dapat melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian atau langsung ke pihak kelurahan karang mumus dengan melampirkan bukti-bukti foto, rekaman CCTV atau bukti lainnya.
Damkar Samarinda memasang foto dua pria mengenakan seragam berwarna dominan merah dan hitam lengkap dengan symbol di bagian dada kiri dalam unggahan di media sosial tersebut. Terlihat dua oknum yang diduga anggota Barisan Pemadam Kebakaran Primitive di satu tempat yang kemungkinan sebuah toko. Selain itu ada pula foto kertas bertuliskan Barisan Pemadam Kebakaran Primitive beralamat Jalan Muso Salim No 16 dengan tulisan “Terima kasih atas partisipasi anda turut membantu sumbangan sukarela” disertai tanda tangan dari ketua, sekretaris dan bendahara oknum tersebut.
Unggahan itu mendapat tanggapan dari warganet. “Waduh dia ada datang ke toko malam-malam minta sumbangan,” tulis pemilik akun Amoymoy.
Akun irwansyah3966 menulis kalau melihat oknum dimaksud. “Maaf bos ku ada beberapa hari yg lalu di GOR Segiri juga dia mnta sumbangan atas nama kebakaran posko Muso Salim,” ujarnya.
“Yang pas Kaltim blackout itu ada mereka ke Jalan Raudah dan ke tempat saya, kami gak tahu kalau mereka bukan relawan asli,” kata akun shintyadc.
Damkar Samarinda menanggapi apa yang disampaikan warganet dengan meminta agar semua pihak yang merasa dirugikan untuk mengumpulkan bukti dan melaporkan ke Kelurahan Karang Mumus
Editor: Aspian Nur