Jalan dipenuhi lumpur membuat pengendara roda dua banyak yang terjatuh saat melintas sementara kendaraan roda empat terpaksa memutar balik karena tak bisa lewat. Pantauan korankaltim.com di lokasi longsor, sebelum dilakukan penutupan sejumlah pengendara motor memilih tetap nekat melintasi meski perlu perjuangan keras dalam menjaga keseimbangan dan rela kotor bertarung dengan lumpur.
Wali Kota Samarinda H Andi Harun menanggapi masalah social ini. Karena perbaikan jalan tersebut merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi Kaltim, Pemkot Samarinda hanya bisa melakukan komunikasi. "Sejauh ini masih dalam proses lelang untuk perbaikan permanen," kata Andi Harun siang tadi.
Andi Harun sudah memerintahkan kepada sejumlah anggota legislatif Kaltim dari partai yang dinahkodainya yaitu Partai Gerindra untuk dapat memperhatikan nasib dari perbaikan jalan tersebut. "Cuma memang harus bersabar karena perlu ada tahapan yang harus dilalui,” sebutnya.
Sementara Rezky, pengendara motor kepada media ini mengaku kesulitan saat melintas namun tak ada pilihan lain karena jalur tersebut merupakan jalan pendekat. "Saya dari Palaran, mau ke Mangkupalas, kalau harus mutar kejauhan," kata Rezky.
Rezky harus menunggu lama untuk dapat melintas, disebabkan kemacetan yang diperkirakan mencapai ratusan meter. "Saya setengah jam baru bisa lolos," ungkapnya.
Hingga saat ini petugas teknis tengah melakukan upaya pembersihan material tanah longsor untuk dapat dilalui sementara, sebelum penanganan permanen dilakukan. Sejumlah alat berat sudah mulai beroperasi.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur