Program Agrosolution ini merupakan alternatif penyelesaian masalah bagi petani, membantu mereka yang memang kesulitan pupuk subsidi karena keterbatasannya pemerintah.Karenanya, Pupuk Indonesia (PI) memberikan alternatif penggunaan pupuk non subsidi.
Namun, agar tidak memberatkan petani, pihaknya memberikan program bantuan. "Harapannya dengan menggunakan pupuk non subsidi kemudian pendampingan, dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani," kata Adrian.
Desa Loh Sumber merupakan desa yang ke-5 di Kaltim. Sebelumnya sudah dilakukan hal serupa di dua desa di Kutai Timur dan Paser. "Kalau program ini dirasakan bermanfaat untuk petani, maka bisa juga menjadi contoh untuk di daerah-daerah lainnya," jelas Adrian lagi.
PT Pupuk Kaltim memiliki amanah untuk mengentaskan target yang diberikan oleh PI dimana dalam satu tahun PT Pupuk Kaltim yang meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara itu harus mencapai 12 ribu hektar. Dan sejak berjalan dari Januari hingga April saat ini telah mendapat 4.500 hektar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar, Dafip Hariyanto secara terpisah mengatakan program ini bisa memberikan semangat baru bagi petani untuk lebih meningkatkan produktivitas tanamannya khususnya padi sawah.

Program ini selain menjamin fasilitas hulu seperti permodalan untuk pelaksanaan dari penggarapan lahan, saprodi, pestisida, panen dan pascapanen, juga adanya jaminan pasar. "Harapan kami Bumdes lain di wilayah Kukar Dapat mencontoh terobisan yang telah dilakukan ini," kata Dafip.
Ketua Bumdes Sumber Purnama, Sudarmaji menyampaikan atas keberanian dirinya untuk menjalankan program Agrosolution dari PT Pupuk Kaltim ini. "Walaupun kami belum punya dana tapi kami beranikan diri aja," imbuh Sudarmaji.
Program ini bekerjasama dengan Pupuk Kaltim dengan mencoba menggunakan pupuk non subsidi dengan skema yang tidak memberatkan petani. "Kami berharap dapat hasil yang terbaik," tutup Sudarmaji. (adv)
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur