Pandemi Tak Boleh Putus Silaturahmi
1 menit baca740 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pandemi Covid-19, memaksa manusia mengurangi interaksi langsung dengan menjaga jarak, hingga tak bersentuhan langsung demi mengantisipasi penularan virus.
Namun, upaya menjaga jarak disebut jangan sampai mengurangi pemenuhan akan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial yakni berinteraksi secara sosial.
Kepala Instalasi Hubungan Masyarakat Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda dr Arysia Andhina menyebut, sebagai makhluk sosial manusia cenderung ingin berinteraksi dengan sesamanya.
"Kita diminta untuk jaga jarak, tapi bukan berarti mengisolasi diri dari orang-orang terkasih," ujar wanita yang karib disapa dr Sisi.
Sisi mengajak, masyarakat tetap terhubung dengan keluarga, sahabat dan kerabat dengan memanfaatkan teknologi informasi.
"Jadi tetap berkabar dengan telepon, video call, saling berkirim foto terkini. Terutama dengan mereka yang sedang menjalani isolasi," beber Sisi.
Hal itu, lanjut Sisi juga akan membantu meningkatkan imun dan mendukung secara psikologis kepada mereka.
Untuk itu, lanjut Sisi kini Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda, sebagai salah satu rumah sakit rujukan Covid-19, terus mengampanyekan agar masyarakat terus menjaga silaturahmi di masa pandemi.
"Menjaga komunikasi akan membantu kita melewati masa-masa sulit ini," tandas Sisi.[]
Penulis/editor : Rusdi










