"Pertama itu tentang pelayanan masyarakat, bayangkan warga yang perlu mengurus administrasi jadinya selalu lama, karena banyak yang diurusi," kata Samri kepada korankaltim.com Rabu (24/2/2021) hari ini.
Politisi yang lahir dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga beranggapan mekarnya kecamatan yang ada di Samarinda dengan memiliki total 10 kecamatan, justru perhatian berhubungan dengan pembangunan infrastruktur juga dinilai minim. "Samarinda seberang ini termasuk tertinggal kalau bicara infrastruktur," ujarnya.
Sehingga jika upaya pemekaran yang dilakukan berhasil secara otomatis DOB memiliki porsi anggaran sendiri, secara tidak langsung juga dapat mewujudkan perkembangan infrastruktur.
Samri optimistis dari pemekaran itu kemampuan kekuatan anggaran dapat mempuni untuk membangun pertumbuhan, ia merasa seiring mekarnya kawasan itu juga dapat mengundang para investor, termasuk objek wisata juga akan bermunculan. "Seperti hotel, cafe, dan lain-lain itu kan nantinya juga masuk dalam PAD kami pastinya kalau bicara soal kekuatan anggaran," papar Samri.
Dalam rangka percepatan pihaknya akan memilih pemekaran itu menjadi kota dengan syarat menyiapkan 4 kecamatan, hal ini juga dipengaruhi atas lamanya proses pemekaran, pasalnya mesti melakukan pemekaran pada kelurahan terlebih dahulu dengan waktu 5 tahun, setelah itu lakukan pemekaran pada kecamatan dengan waktu yang sama dan menunggu 5 tahun kedepan baru pihaknya dapat melakukan pengajuan administrasi.
Samri yang juga termasuk dalam struktur dewan presidium DOB mengatakan pihaknya dalam waktu dekat ini juga akan berkunjung ke Wali Kota Samarinda terpilih untuk membicarakan hal yang serupa.
Meski demikian pihaknya mengaku, pada kepemimpinan sebelumnya yaitu H Syaharie Jaang sudah mengeluarkan rekomendasi untuk pemekaran daerah itu. "Tapi kami mentok, karena belum pemekaran kecamatan, jadi baru sebatas di mendapatkan rekomendasi dulu," ungkapnya.
Optimis akan diberikan rekomendasi, pihaknya akan membicarakan beberapa opsi yang dimiliki kepada Wali Kota Samarinda terpilih yaitu Andi Harun. "Kemungkinan kami akan coba meminta atau meminjam Kecamatan Sambutan atau Kecamatan Sungai Kunjang," pungkasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur