Besaran tersebut memang dianggap sangat besar, namun hal itu sebanding dengan apa yang dikerjakan, pasalnya untuk membuat dokumen itu perlu perhitungan yang tepat pada saat pengerjaan fisik yang akan dilakukan. "Karena kami perlu melakukan seperti penyelidikan ketahanan tanah saat kita tanamkan turap," jelasnya.
Sbelumnya, direncanakan sebagai penahan dinding tanah akan diberi sheet pile (turap) dalam pemasangan itulah yang nantinya akan memerlukan perhitungan sangat rumit, lantaran perhitungan nantinya menentukan kebutuhan dalam pengerjaan fisiknya. "Kami perlu hitung dengan teliti, karena dari situ nanti baru kita bisa ketahui berapa banyak turap yang akan digunakan plus ditambah melihat kekuatan tanah," urainya. Ia menegaskan untuk pengerjaan DED itu ditargetkan akan rampung pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah 2021 ini. "Target kita pokoknya murni ini jadi desainnya," harapnya.
Pengerjaan DED itu dinilai sangat efesien menjelang pengerjaan fisik, sebab, Dinas Pertanahan Samarinda sementara ini baru saja menerima dokumen perencanaan pembebasan lahan terhadap 29 bangunan yang terdata. "Jadi kami sementara ini kerjakan perencanaannya sambil tunggu pembebasan lahan, setelah itu bisa langsung masuk ke fisiknya," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan