Ketua ITS, Joko Iswanto menyebutkan, untuk banjir menggenangi beberapa ruas jalan yang berlangganan banjir ketika turun hujan, diantaranya Jalan Gerilya, Jalan Damanhuri, Jalan Abdul Wahab Syahranie, Jalan Merdeka, Jalan Kemakmuran, Perumahan Voorfo, Persimpangan Lempake, Persimpangan Sempaja, Jalan M Yamin, Jalan Ir Katamso, Jalan Rajawali, Jalan Tengkawang, Jalan Merbabu, Jalan Lubuk Sawa dan Jalan Mugirejo dengan rata-rata kedalman setengah hingga satu meter. "Data tersebut berdasarkan laporan anggota kami yang memberi informasi melalui WhatsApp Group," ucapnya.
Kemudian ia turut melaporkan bencana pohon tumbang hingga longsor ikut menyertai. Seperti yang terjadi pada Jalan Mugirejo, Gang Rodhiyah, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang mengalami pohon tumbang disertai tanah longsor. "Ada dua kawasan lagi yang mengalami longsor yaitu Perumahan Handil Kopi, Blok E, RT 13, Kelurahan Sambutan, Kecamatan Sambutan dan Perumahan Talang Sari," jelasnya.
Seorang warga yang tinggal di Jalan Gerilya Gang Family, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Hardi mengatakan, banjir kali ini berlangsung lebih cepat. "Sekarang banjir justru cepat meningkat, padahal sebelumnya tidak secepat ini," akunya.
Banjir yang menggenang sampai masuk dalam rumahnya itu setinggi mata kaki, namun jika di bagian luar rumah, ketinggian mencapai lutut orang dewasa. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor : Aspian Nur