Menindak lanjuti temuan ini tim dari BPOM pun melanjutkan pemeriksaan pada jajanan takjil di Pasar Ramadhan yang ada di Lapangan Parkir Gor Segiri, Jl Kesuma Bangsa.
“Setelah kami berkeliling dan memeriksa sampel jajanan takjil di Pasar Ramadhan, untungnya tidak ada yang mengandung zat-zat berbahaya,” kata Kepala BBPOM Samarinda, Fanani Mahmud, Kamis (1/6) kemarin.
Adapun sasaran pemeriksaan pihak BPOM yaitu makanan yang mengandung zat pewarna, borak dan formalin. Sebab, setiap makanan yang mengandung tiga zat kimia itu jika dikonsumsi bisa menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan khususnya ginjal.
“Selain itu, juga bisa menyebabkan penyakit liver akibat terlalu sering mengkonsum zat-zat berbahaya tersebut karena hati sudah tidak mampu lagi membuang racun dalam tubuh.
Oleh sebab itu kami sudah memperingatkan agar para pedagang khususnya yang kami temukan di Pasar Segiri itu agar tidak lagi mengedarkan kepada masyarakat,” jelasnya.
Atas dasar temuan tim sidak di Pasar Segiri, BPOM segera membina para pedagang agar tidak lagi menggunakan bahan pewarna yang berbahaya jika dicampur ke bahan makanan.
Terpisah, Wakil Wali Kota Samarinda, Nusyirwan Ismail mengakui temuan di Pasar Segiri ini menjadi pembelajaran agar kedepannya ada pengawasan terhadap para pedagang.
“Kami sudah menyerahkan hal ini kepada BPOM agar mereka memberikan pembinaan dan saya pun berharap para pedagang bisa sadar dan tidak lagi menyebarkan luaskan ini kepada masyarakat,” imbuh Nusyirwan. (ms)