FGD tersebut, membahas sejumlah hal salah satunya nama yang akan digunakan ketika berubah menjadi UIN. Nama Raja Kutai Kartanegara Ing Martadipura Sultan Aji Muhammad Idris, menjadi salah satu yang menguat.
Kegiatan yang dilaksanakan di salah satu hotel di Samarinda ini, disambut baik oleh Pemprov Kaltim. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Hadi Mulyadi.
Hadi menyebut, alih status akan meningkatkan kualitas pendidikan di Samarinda, bahkan Kaltim hingga nasional.
"Apalagi Kaltim terpilih menjadi Ibu Kota Negara (IKN) baru. Perkembangan pendidikan sangatlah penting," beber Hadi.
Sementara itu Rektor IAIN, melalui Wakil Rektor I IAIN Samarinda, Muhammad Nasir menjelaskan bahwa sebelum berubah status menjadi universitas, perlu perjuangan panjang bagi seluruh civitas akademika IAIN Samarinda. Bahkan dijelaskannya Rektor IAIN Samarinda saat ini sedang berada di Jakarta untuk mengurus pergantian status.
"Artinya UIN Samarinda sudah semakin dekat. Semoga selalu dimudahkan," harap Nasir.
Upaya untuk merubah status ini merupakan komitmen IAIN Samarinda untuk membangun umat di Kaltim. Sehingga penting kiranya agar ada institusi pendidikan tingkat universitas di Kaltim dan mencakup Kaltara.
Meski belum dinyatakan resmi jadi UIN oleh Presiden, namun pihaknya telah menyiapkan berbagai perencanaan untuk memulai babak baru, antaranya logo, mars, visi dan misi, dan beberapa fakultas baru.
“Memandang pentingnya pembangunan umat dan dalam rangka merekonstruksi perjuangan kerajaan Islam di Kalimantan, selain itu kita juga berusaha menyongsong IKN baru di Kaltim”, tandasnya.
Penulis: Wahyudi & Permata S. Rahayu
Editor : Rusdi