Karena itu, kata Doni, semua pihak harus meyakinkan masyarakat bahwa Covid-19 bukan rekaya dan konspirasi. Terlebih virus asal China ini telah membunuh lebih dari 1,2 juta orang di dunia, dan sekitar 14 ribu di antaranya terjadi di Indonesia.
“Bahkan tenaga medis kita (banyak) sudah wafat, jumlahnya tinggi,” ungkap Doni.
Agar kasus tak semakin tinggi, Doni mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan: menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
“Semua pakar epidemiologi baik tingkat nasional maupun global menganjurkan patuh protokol kesehatan,” jelasnya.
Sementara mengenai vaksin, Doni mengatakan belum jelas kapan vaksin akan diberikan ke masyarakat.
“Presiden menyatakan bahwa sebelum vaksin diberikan kepada masyarakat maka vaksin yang terbaik adalah patuh protokol kesehatan,” tuturnya.
Kendati demikian pihaknya masih menunggu perintah Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kesehatan terkait vaksin tersebut.
”Vaksin kita memonitor saya mengikuti pemerintah pusat melalui Kementerian kesehatan dalam waktu tidak lama vaksin segera didatangkan dan pada waktu yang tepat didistribusikan. Ya doakan saja semoga pemerintah mendapat vaksin terbaik,” paparnya.
Nantinya kata Doni, ada 10 daerah secara nasional yang menjadi prioritas penerima vaksin Covid-19. Meliputi Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
“Pertama kota-kota di Jawa kecuali Jogja dan Banten. Kemudian di Sumatera itu ada Sumatera Utara dan untuk Kalimantan itu Kalimantan Selatan. Selanjutnya Sulawesi itu Sulawesi Selatan dan di Papua termasuk Bali, Aceh, dan juga Riau,” sebutnya.
Pun demikian akan ada pertimbangan terkait perkembangan kasus di kota-kota dengan kasus tinggi yang mengalami penurunan kasus.
“Seperti halnya Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan juga Jawa timur jadi kita lihat betapa seluruh komponen berjuang dan bergotong royong untuk menurunkan kasus. Jadi tidak bisa dikendalikan atau dilakukan oleh para pimpinan saja. Gubernur dan wali kota tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dibantu seluruh komponen masyarakat,” tandasnya.
Penulis: */Yudi Hadi/Permata
Editor: Supiansyah
* Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak tanggal 10 November 2020