“Saya mengucapkan terima kasih untuk dukungan Dispora Kaltim dan Dispora Kota Samarinda, dan memberikan dukungan kepada kami pemuda-pemuda di Kaltim, tentunya untuk meningkatkan aspek kompetisi kami,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, perjalanannya menjadi juara dua tingkat nasional itu dengan persaingan yang sangat berat, namun dalam persaingan itu ia justru menganggap peran pemuda sangatlah strategis jika di posisi itu.
“Suka duka saya rasa lebih banyak sukanya karena posisi strategis pemuda ada disitu, karena eksistensi dan inisiasi untuk menjalankan program itu sangat penting,” sebutnya.
Azazi sangat mengapresiasi usaha dan dukungan kepadanya dari Pemerintah Kota maupun Provinsi hingga ia dapat meraih perolehan yang sangat membanggakan.
Persaingan yang ia jalani saat itu sangatlah berat lantaran ia harus berhadapan dengan pemuda pelopor dari berbagai provinsi, sehingga tak mudah baginya untuk meraih apa yang sudah didapatkan, banyak pesaing yang ia temui memiliki perencanaan yang sangat apik, namun ia mengatakan saat itu tak hanya perencanaan, tetapi juga ide dan gagasan yang ditawarkan harus lebih menarik.
Untuk meraih capaian tersebut tentunya membutuhkan persiapan yang banyak, namun ia mengatakan, kebetulan persyaratan administrasi sudah disiapkan, sehingga membuatnya lebih mudah mengikuti seleksi. Salah satu gagasan yang ia bawa yaitu konsep bagaimana kalangan anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan secara formal dapat berkiprah secara optimal.
Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, Sugeng Chairudin mengapresiasi dan berharap agar proses yang telah didapatkan menjadi bekal dan dapat menularkan kepada generasi selanjutnya.
“Agar menjadi pribadi yang unggul dan cemerlang guna mendukung terciptanya generasi emas di masa mendatang yaitu 100 tahun Indonesia merdeka,” pungkas Sugeng.
Penulis : */Vico
Editor : Bambang Irawan
*Berita/artikel ini sudah terbit di Koran Kaltim edisi cetak Sabtu tanggal 24 Oktober 2020