Kepala UPTD Pemeliharaan Infrastruktur Wilayah II Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR PERA) Kaltim Joniansyah, mengatakan longsor yang kembali turun itu bermula sejak pagi tadi lantaran Samarinda kembali diguyur hujan dengan intensitas sedang dan durasi waktu yang lumayan lama.
"Pagi tadi turunnya (longsoran tanah). Jangankan begitu, waktu kami bekerja membuang tanah dari jalan saja tanah pelan-pelan turun, tapi puncaknya pagi ini," papar Joni saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pagi tadi.
Material tanah yang ada memang sangat sulit dikendalikan lantaran sangat labil, dan dapat turun kapan pun ketika diguyur hujan. Dengan respon yang sangat sigap ia telah menyiapkan tim untuk segera melakukan pembersihan, tetapi pengerjaan itu akan ia lakukan ketika kondisi cuaca memungkinkan.
"Kami sudah siapkan tim untuk pembersihan, tinggal tunggu cuaca agak terang baru kami tindaklanjuti, soalnya kalo hujan tanah pasti lengket di ekskavator, jadi agak susah kalau kerjanya saat hujan turun," ungkapnya.
Sebelumnya saat ditutup selama empat hari, pengendara roda dua memanfaatkan jalan setapak di bawah Jembatan Mahkota II untuk melintas demi menghindari arah berputar yang cukup jauh baik dari arah Palaran ke Samarinda maupun sebaliknya. Pagi tadi dalam pantauan korankaltim.com, jalan kembali ditutup lantaran tingkat kerawanan insiden kecelakaan sangat tinggi sehingga taka da kendaraan yang bisa lewat. (*)
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur