Ifran menjelaskan, dari ke 6 pasien Covid-19 yang meninggal tersebut, 5 diantaranya berstatus probable. Sementara 1 sisanya terkonfirmasi positif Covid-19.
Secara rinci, penanganan kasus Covid-19 yang meninggal pada Kamis 20 Agustus, bermula pada dua pasien di Rumah Sakit Abdul Wahab Syahrani (RS AWS) Samarinda. Pasien pertama masuk RS AWS pada Senin (17/8/2020) dengan sejumlah penyakit penyerta (komorbid). Diantaranya peradangan pada paru-paru, diabetes melitus, hipertensi, dan asma. Pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 02.30 WITA dini hari.
Pasien kedua masuk kerumah sakit pada Rabu (19/8/2020) dengan sejumlah penyakit penyerta (komorbid), diantaranya peradangan pada paru-paru, hipertensi emergensi, dan gagal ginjal. Pasien tersebut dinyatakan meningga dunia sekira pukul 07.55 WITA.
"Kedua pasien dari RS AW Syahranie, yang pertama berusia berusia 44 tahun berjenis kelamin perempuan, kemudian yang kedua berumur 56 berjenis kelamin laki-laki," ucap Ifran. Jenazah dimakamkan di TPU Raudhatul Jannah Serayu Kecamatan Samarinda Utara. Penjemputan dari RS WA Syahranie sekira pukul 10.30 WITA usai menjalani proses pemulasaraan sesuai dengan protokol penanganan jenazah pasien Covid-19.
Berlanjut, pada kasus ketiga dan keempat. Hanya berjarak jam, dari laporan 2 kasus meninggal pada Kamis pagi, kali ini BPBD Samarinda melaporkan dua pasien dirawat dan meningal masing-masing di RS Hermina Samarinda, dan RS AWS.
Pasien ketiga, masuk ke RS Hermina pada Rabu (19/8/2020) dengan sejumlah penyakit penyerta (komorbid) diantaranya peradangan pada paru-paru. Pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.58 WITA dini hari.
Pasien keempat masuk ke RS AWS pada Rabu (19/8/2020) dengan sejumlah penyakit penyerta (komorbid), diantaranya asma. Pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia sekira pukul 23.15 WITA. Diketahui pasien tersebut merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.
"Pasien dari RS AW Hermina berusia berusia 55 tahun, kemudian yang dari RS AW Syahranie berumur 41, keduanya berjenis kelamin laki-laki," ucap Ifran saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp.
Ifran mengatakan, kedua jenazah ditangani secara berbeda. Yakni jenazah pasien dari RS Hermina akan dimakamkan di TPU Raudhatul Jannah Serayu Kecamatan Samarinda Utara, sementara jenazah pasien dari RS AWS, yang merupakan WNA Malaysia di kremasi. Penjemputan dari RS Hermina sekira pukul 14.30 WITA, dan jenazah di RS AW Syahranie sekira pukul 15.00 usai menjalani proses pemulasaraan sesuai dengan protokol penanganan jenazah pasien Covid-19.
Ternyata kabar duka belum usai. Kamis sore, BPBD melaporkan kembali 2 kasus meninggal. Yakni pasien ke 5 dan 6. Pasien ke 5 masuk rumah sakit pada Rabu (19/8/2020) dengan sejumlah penyakit penyerta (komorbid). Pasien dari RS Dirgahayu diantaranya Tuberkolosis Paru, Batuk, Sesak Nafas. Pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.30 WITA pada Kamis (20/8/2020).
"Pasien dari RS Dirgahayu berusia berusia 55 tahun, berjenis kelamin laki-laki," ucap Ifran saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp.
Terakhir, pasien ke 6 diduga sebagai pasien yang dinyatakan positif Covid-19. Sayang, Ifran tak membeber data kasus terakhi ini.
Jenazah telah dimakamkan di TPU Raudhatul Jannah Serayu Kecamatan Samarinda Utara. Penjemputan dari RS Dirgahayu sekira pukul 23.00 WITA Kamis (20/8/2020), setelah menjalani proses pemulasaraan sesuai dengan protokol penanganan jenazah pasien Covid-19.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Rusdianto