Sekretaris DPD Partai Golkar Kaltim, Muhammad Husni Fachruddin mengatakan penundaan dari Musda Partai Golkar Kutim belum ada pembahasan lanjutan, karena pihaknya telah melaporkan kepada DPP.
"Tapi tetap batas waktu akhir 31 Agustus ini harus sudah selesai semua," kata Ayub sapaan akrabnya, Jumat (14/8/2020) sore tadi.
Menurutnya, terdapat beberapa kemungkinan-kemungkinan pelaksanaan Musda Golkar Kutim. Yang paling berat, Musda tak dilaksanakan di Kutim, melainkan di Samarinda. Kedua dihelat usai Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
"Sesuai dengan keputusan DPP aja nanti," lanjutnya.
Ayub memastikan, segala upaya akan dilakukan agar kader Golkar di Kutim tidak terpecah-pecah. Mengingat kebijakan dari DPP terhadap rekomendasi dan proses pemenangannya.
"Politik ini jangan sensitif ga ada pakai sakit hati. Kami kawal kebijakan DPP saja," sambungnya.
Terkait kabar salah satu loyalis Golkar di Kutiam yang merapat ke partai lain, Ayub mengatakan hal tersebut merupakan hal yang biasa, karena dua kubu yang ada tidak mau bergabung menjadi satu.
"Sehingga salah satunya yang harus dipilih, karena partai harus memilih," pungkasnya.[]
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor : Rusdianto