“Saya lagi lipat pakaian di dalam rumah, tiba-tiba dengar ada orang yang rebut-ribut di luar, saya kira mereka berkelahi, ternyata ada kebakaran,” ujar Rusmawati, salah seorang warga korban kebakaran.
Tak perlu menunggu lama api terus berkobar dan membesar. Tanpa ampun, rumah bermaterial kayu ini pun menjadi arang. Melihat api sudah semakin dekat dengan rumahnya, Rusmawati memilih keluar rumah dan tidak mempedulikan lagi barang-barangnya.
“Saya ini sudah tua, kaki sudah lemas, lebih baik selamatkan diri saja dulu, sepertinya tinggal jemuran saya yang belum kering itu saja yang tersisa,” ujar Rusnawati.
Kebarakan yang terjadi ini baru bisa dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi. Relawan berhasil menguasai si jago merah hanya dalam hitungan menit. Api bisa lokalisir sehinga tidak meluas dan menimbulkan banyak korban.
“Ini pemukiman cukup padat dan rata-rata bangunannya terbuat dari kayu. Informasinya tidak ada korban jiwa,” kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Nanang Arifin.
Ditemui terpisah Camat Palaran, Suwarso mengatakan untuk saat ini warga yang rumahnya terbakar diarahkan menginap di Masjid yang letaknya tidak jauh dari lokasi kebakaran. Ada pula sebagian warga yang mengungsi ke rumah para tetangga.
“Sementara ini bisa menginap di Masjid. untuk pendirian posko, kami masih menunggu koordinasi dengan dinas sosial dan BPBD Samarinda,” lanjut Suwarso.
Setelah api berhasil di padamkan, polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memberi garis polisi pada lokasi pada rumah yang diduga menjadi sumber api. Belakangan diketahui, rumah tersebut milik warga bernama Amin “Kita berikan garis polisi karena lokasi ini diduga menjadi titik awal kebakaran, pemiliknya pak Amir. Kami akan melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab terjadinya kebakaran,” kata Kanit Reskrim Polsekta Palaran, Ipda Nodi B Ratag. (dor)