Upaya penyampaian untuk menyelaraskan kebijakan ini telah ia sampaikan dalam Kaltim Summit III kepada seluruh pasangan calon.
“Makanya kami mengundang para kandidat calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang akan bersaing pada Pilkada Serentak 27 Juni mendatang. Tujuannya tidak lain agar mereka sudah memahami program-program apa saja yang telah dilakukan oleh Gubernur Awang Faroek selama 10 tahun, sehingga dapat diteruskan oleh Gubernur terpilih nanti,” urainya.
Tak hanya itu, dari hasil Kaltim Summit III juga diharapkan dapat menghasilkan perubahan dalam mengelola kekuatan sumber daya alam tak terbarukan (unrewable resources) untuk memberikan pertumbuhan ekonomi Kaltim. “Sehingga Kaltim dapat lebih mandiri lagi ke depannya,” jelasnya.
Seperti diketahui, Kaltim Summit tahun ini panitia menghadirkan beberapa pembicara dari pusat dan daerah lain yang sukses, seperti Direksi PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang diwakili oleh Chief Executive Officer (IMIP) Alexander Barus. Kawasan industri yang sukses di kawasan Sulawesi itu sangat didukung oleh kebijakan dan terobosan yang dilakukan Bupati Morowali Anwar Hafid dalam menarik invertor, yakni Bangun Dulu, Baru Diurus Perizinannya”. Karena terobosan itu, pertumbuhan ekonomi Morowali bahkan mencapai 13,8 persen dan menjadi yang tertinggi di Indonesia. (ms)