“Kalau dilihat dari jasadnya kemarin (Sabtu), waktu ada di rumah sakit (RS), tidak ada tanda-tanda kekerasan,” kata Purwo, dikonfirmasi Minggu (18/2).
Dia menjelaskan, polisi telah melakukan pemeriksaan, dengan memintai keterangan tidak kurang 7 saksi. Diantaranya keluarga korban dan juga saksi yang menemukan. “Dari keterangan keluarganya, korban ini punya penyakit gula,” ujar Purwo.
Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman penyelidikan terkait penyebab korban tewas, hingga ditemukan terapung di Sungai. “Korban juga sudah kita visum di rumah sakit. Dari rekan kerja korban juga kita mintai keterangan. Intinya masih dalam penyelidikan,” tutup Purwo.
Seperti diketahui, warga di sekitaran Jalan Slamet Ryadi, sekitar pukul 18.00 WITA digegerkan dengan penemuan mayat mengambang di Sungai. Informasi yang dihimpun, korban masih sempat melakukan tugasnya sebagai petugas kebersihan di Islamic Center Samarinda, pada Kamis (15/2). Sehari kemudian, koban tidak melakukan kegiatannya lagi sebagai tukang sapu.
Namun pada Sabtu (17/2) sore, korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di Sungai Mahakam. Jenazah korban langsung dievakuasi dan di bawa ke RSUD AW Sjahranie, Samarinda. (dor)