Stok Beras Aman Lima Bulan ke Depan
1 menit baca1.134 kali dibaca

SAMARINDA – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim memastikan stok beras aman untuk waktu lima bulan ke depan.
“Bahkan hingga lima bulan ke depan stok beras di Bulog masih aman,” kata Kepala Distan TPH Kaltim, Ibrahim, Jumat (26/1).
Karena persediaan yang mencukupi, Kaltim dipastikan tidak akan mengambil kuota dalam rencana impor 500 ribu ton beras oleh Pemerintah di awal tahun ini.
Menurut Ibrahim, harga beras di Kaltim sempat mengalami kenaikan pada akhir 2017 lalu, namun kembali turun di awal tahun ini.
Berdasarkan informasi terbaru, harga beras di Samarinda--selaku wilayah acuan harga di Kaltim-- mencapai Rp 10 ribu per kilogram. “Kecuali beras mayas yang diambil dari hasil petani daerah, jelas harganya lebih dari itu. Namun karena jumlah produksi petani belum mencukupi kebutuhan, makanya sampai saat ini Kaltim masih mengandalkan beras yang di datangkan dari Sulawesi,” urainya.
Untuk saat ini jumlah kebutuhan beras per kapita/tahun mencapai 130 ton. Jumlah ini tetap tinggi kendati telah dijalankan program mengganti kebiasaan makan nasi dengan pangan lain, seperti jagung.
“Namun kebiasa setiap orang berbeda-beda jadi tetap saja tidak cukup jika mengandalkan makan jagung,” kata Ibrahim.
Ibrahim enggan mengomentari rencana impor beras yang akan dilakukan Kementerian Perdagangan RI. “Itu biar jadi urusan pemerintah. Yang jelas di Kaltim sendiri, tidak sampai kekurangan stok beras,” tutup Ibrahim. (ms)










