Keputusan Aulia bergabung dengan Gerindra cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya ia dikenal sebagai kader PDI Perjuangan.
Namun, Partai Gerindra menyebut proses perpindahan tersebut sudah berlangsung sejak awal masa jabatan Aulia sebagai Bupati Kukar.
Ketua DPD Gerindra Kaltim, Seno Aji, mengungkapkan bahwa Aulia telah menyampaikan keinginannya bergabung sesaat setelah dilantik sebagai bupati.
“Pak Aulia menyatakan akan bergabung sejak beliau terpilih, sejak dilantik. Setelah itu beliau menyampaikan kepada kami, kemudian kami minta DPC untuk menindaklanjuti,” kata Seno.
“Akhirnya, beliau sudah memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra dan hari ini kita resmikan sebagai kader,” tambahnya.
Menurutnya, kehadiran Aulia membawa energi politik baru bagi Gerindra Kaltim. Terlebih, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memiliki posisi strategis karena menjadi daerah penyangga utama Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Kukar ini punya daya magnet tersendiri karena dekat dengan IKN. Kami berharap kursi Gerindra di Kutai Kartanegara meningkat. Target kami paling tidak di angka 12 kursi,” tegasnya.
Dengan bergabungnya Aulia Rahman Basri, Gerindra Kaltim optimistis menghadapi kontestasi politik tahun depan.
Partai berlambang garuda itu berharap sinergi dengan Bupati Kukar dapat memperkuat basis suara sekaligus memperluas pengaruh di wilayah strategis tersebut.
Editor: Erwin