Antusiasme masyarakat terhadap debat publik kali ini cukup tinggi. Sejumlah warga berharap debat berjalan secara fair dan objektif agar bisa menjadi pertimbangan rasional dalam menentukan pilihan.
Debat publik diharapkan tidak hanya menjadi ajang saling serang, melainkan panggung penyampaian solusi konkret bagi kemajuan Kukar lima tahun ke depan.
Pasangan Aulia Rendi menyampaikan bahwa mereka mengusung visi besar pembangunan Kukar. Mereka menekankan bahwa kepemimpinan mereka bukan hanya sekadar meneruskan program lama, tetapi juga menjadi penggerak cita-cita bersama masyarakat. Harapan, menurut mereka, adalah cahaya yang tak akan pernah padam.
“Kami membawa visi besar untuk pembangunan Kukar. Kami bukan sekadar penerus, tetapi pelanjut dan pemantik cita-cita besar bersama. Harapan adalah cahaya yang tak akan pernah padam.” Jelas Aulia.
Pasangan Awang Yacoub Luthman–Akhmad Zais menyebutkan bahwa kepemimpinan bagi mereka merupakan bentuk ibadah. Mereka mengusung visi untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan melalui pertumbuhan kinerja internal dan perbaikan tata kelola pemerintahan.
“Kepemimpinan adalah ibadah. Kami ingin rakyat dapat tumbuh dan berkembang dalam keadilan dan kesejahteraan. Kami akan melakukan transformasi terhadap sistem dan kinerja pemerintahan demi tata kelola yang profesional dan sinergis,” tutur AYL.
Pasangan Dendi Suryadi–Alif Turiadi menyatakan bahwa membangun Kukar bukan hanya membutuhkan visi yang jelas, tetapi juga keberanian dalam mewujudkan dan menindaklanjutinya. Mereka menekankan komitmen untuk menghadirkan pemerintahan yang mampu mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat secara nyata.
“Membangun Kukar bukan hanya soal visi, tapi keberanian untuk menindaklanjutinya. Kami mendambakan pemerintahan yang membawa kesejahteraan nyata bagi seluruh masyarakat,” tandas Dendi.
Editor: Erwin