Ketua DPD Partai Golkar Kaltim, Rudy Mas'ud mengungkapkan transisi kepemimpinan tersebut dapat menjadi motivasi kader di seluruh Indonesia bahwa memiliki kesempatan untuk dapat memimpin di tingkat DPP Partai Golkar.
Rudy menjelaskan Bahlil Lahadalia merupakan sosok kader Partai Golkar tulen, yang juga sudah merintih karirnya sejak di tingkatan DPD. Bahlil Lahadalia sebelum ada di puncak kepemimpinan Partai Golkar, ia merupakan Bendahara DPD Partai Golkar di Papua.
"Artinya ini juga dapat memotivasi kita semua bahwa kesempatan kader di daerah juga bisa memimpin di DPP," ungkap Rudy, Rabu (21/8/2024).
Rudy mengungkapkan Bahlil Lahadalia sebagai Ketum DPP Partai Golkar akan ditetapkan pada Rabu (21/8/2024) ini dalam forum Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar.
"Sebenarnya dengan 50 plus 1 dukungan dari daerah saja sudah bisa terpilih, apalagi ini seluruh daerah sudah menyatakan dukungannya," ungkapnya.
Disinggung mengenai korelasi transisi kepemimpinan dengan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kaltim, Rudy menegaskan pada dasarnya ketum yang baru lebih mempercayakan kepada masing-masing daerah, sehingga dipastikan tidak ada perubahan dari dukungan yang sudah diberikan oleh Partai Golkar. Begitu juga dengan skema pemenangan yang sudah dirancang sejak jauh hari.
"Pak Bahlil lebih kepada memberi kepercayaan kepada daerah, karena daerah yang mengetahui bagaimana kondisinya," tutur Rudy.
Editor: Supiansyah