Masalah lain, terjadi pada Sirekap--perangkat aplikasi garapan KPU. Banyak KPPS yang ternyata gagal login dan pengiriman data yang tidak sempurna ke server sehingga pembacaan di aplikasi tidak akurat angka bahkan ada yang tidak terbaca. Alhasil, proses foto C hasil dan pengisian serta perbaikan dilakukan pada saat rekapitulasi rapat pleno terbuka di tingkat kecamatan ini.
"Bagi yang tidak disertai foto atau foto yang kurang jelas otomatis hasil tidak terkonversi di Sirekap. Ini harus dilakukan ulang di tingkat pleno kecamatan," kata Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Tenggarong, Muhammad Ari, Jumat (23/2/2024).
Pleno Penghitungan Suara di Kecamatan Tenggarong ini dibagi menjadi tiga panel. Masing-masing panel berisi empat atau lima kelurahan.
Hingga hari keempat ini, baru lima kelurahan/desa yang rampung melakukan rekapitulasi. Yakni Desa Bendang Raya, Desa Rapak Lambur, Kelurahan Baru, Kelurahan Loa Tebu, dan Kelurahan Bukit Biru. Adapun Kelurahan Timbau yang terdiri dari 55 TPS diperkirakan baru akan selesai malam ini.
Meski berjalan lambat, Ari menegaskan bahwa pleno ini berjalan sesuai jadwal. Sesuai tahapan, rekapitulasi dimulai 15 Februari hingga 2 Maret. "Untuk Kecamatan Tenggarong kami targetkan selesai pada 29 Februari," kata Ari.
Ari berharap pleno ini bisa berjalan lancar hingga akhir nanti.
Ketua Panwaslu Tenggarong Ferdy Pradana berkata, proses pleno berjalan dengan baik tanpa adanya kecurangan. "Prosesnya terbuka dan dihadiri saksi dari partai politik," pungka Ferdy.
Editor: Supiansyah