Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha menerangkan, ribuan surat suara yang rusak itu merupakan surat suara untuk pemilihan calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota dan DPRD Provinsi Kaltim.
Menurutnya, proses lipat surat suara untuk DPRD Balikpapan semestinya telah tuntas. Namun, akibat masih banyak temuan surat suara yang rusak, maka petugas lipat mesti menuntaskannya lebih dulu. Setidaknya akibat dari ribuan surat suara yang rusak tersebut ada dua daerah pemilihan (dapil) yang saat ini masih mengalami kekurangan.
"Ada dua dapil yang kurang, itu dapil dua dan dapil tiga. Dapil dua itu untuk Balikpapan Tengah sementara dapil tiga itu Balikpapan Barat," ungkap Ketua KPU Balikpapan, Noor Thoha, Minggu (14/1/2024).
Thoha melanjutkan, petugas lipat yang menemukan kerusakan pada surat suara itu yakni ditemukannya warna logo partai politik (parpol) yang telah memudar pada surat suara.
"Selain karena ada rusak akibat bintik-bintik pada surat suara juga ada warna salah satu logo parpol itu memudar. Pudarnya itu sudah hilang dari warnanya, misalnya tadi warnanya hijau menjadi kuning," ujarnya.
Dampak dari ditemukannya ribuan surat suara dengan cetakan tidak sempurna tersebut mengakibatkan proses sortir dan lipat surat suara pun terhambat. Semestinya surat suara untuk Anggota DPRD kota ini sudah 100 persen.
"Pudar itu masuk kategori surat suara rusak. Sebenarnya kalau itu tidak ada sudah selesai 100 persen. Artinya walaupun ada yang rusak, tapi kerusakan itu tertutupi, kan kita dari pabrik itu dikasih spare, setiap satu dus kan ada lebih 14 sampai 15 surat suara," lanjutnya.
Thoha merincikan, selama sepekan proses sortir dan lipat dilakukan, petugas setidaknya telah menemukan 6 kardus yang berisi surat suara rusak. Per kardusnya, lanjut Thoha berisi 500 lembar surat suara, bila ditotal maka ada sebanyak 3.000 lembar surat suara rusak atau tak layak pakai akibat cetakan tidak sempurna.
Disisi lain, petugas lipat sampai dengan sepekan terakhir, surat suara terlipat atau layak pakai, saat ini jumlahnya telah mencapai 520 ribuan lembar. "Jadi total keseluruhan rusak kita belum bisa ekspose berapa banyak. Karena salah satu logo parpol yang pudar itu ada berdus-dus, banyak betul itu jumlahnya hampir 3 ribuan. Kalau yang rusak karena robek itu minim," tutup Thoha.
Editor: Maruly Z