Setelah mengunjungi sejumlah titik sesuai yang dijadwalkan, Anies menutup kunjungannya di Da Coffe Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang dibalut dengan agenda Desak Anies.
Antusias masyarakat yang hadir sangat tinggi sambil menunggu kedatangan capres usungan Partai Nasional Demokrasi (NasDem) tersebut.
Meskipun sedikit molor dari jadwal yang ada yaitu 14.30 WITA namun tak menyurutkan semangat masyarakat yang hadir. Menunggu sekitar satu jam Anies beserta rombongan tiba di Da Coffe pukul 15.36 WITA, disambut teriakan warga yang saling bersahutan menyebut nama mantan gubernur DKI Jakarta ini.
Topik pembicaraan dalam dialog Desak Anies di tempat itu adalah mengenai perpindahan Ibu Kota Nusantara(IKN). Seperti diketahui, Anies bersama pasangannya Muhaimin Iskandar alias Cak Imim satu-satunya pasangan yang menolak secara terang-terangan IKN dipindah di Benua Etam karena menilai gagasan perpindahan itu tidak sesuai kebutuhan masyarakat. "Harus bisa membedakan yang mana kebutuhan dan keinginan, jika keinginan itu mau diwujudkan, maka pastikan terlebih dahulu kebutuhannya masyarakatnya sudah terpenuhi," ucap Anies dihadapan masyarakat yang hadir.
Disebutnya Kaltim masih banyak masalah urgen atau penting lainnya yang harus dituntaskan, sehingga menyrutnya IKN hanya sebatas pengalihan agar masalah urgen tersebut seolah dikesampingkan. "Masalah-masalah urgen ini harus diselesaikan, jangan membangun sesuatu dan seakan-akan mengalihkan perhatian dari masalah-masalah yang ada," sebut Anies lagi.
Menguatkan pandangannya tentang penolakan perpindahan IKN, Anies mengungkapkan IKN hanya memindahkan pusat pemerintahan, bukan pusat perekonomian, sehingga ia mengungkapkan di daerah lain tentunya tak akan merasakan dampak positif yang signifikan.
Namun menurutnya hal tersebut bukan berarti menolak perpindahan IKN, hanya saja opini yang ia bangun setidaknya pemerintah mampu mengukur urgensi penggunaan anggaran yang dinilai cukup terbatas. "Anggaran terbatas, gunakan anggaran itu yang senyatanya dibutuhkan oleh masyarakat," tutup Anies.
Editor: Aspian Nur