Dalam simulasi melibatkan 150 Daftar Pemilih Tetap (DPT), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Kukar serta perwakilan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang beberapa waktu lalu dibentuk.
"Ini agendanya KPU RI yang harus dilaksanakan semua KPU tingkat kabupaten/kota, jadi Kukar baru hari ini," kata Komisioner KPU Kukar Divisi Teknis Penyelenggara, Moch Amin.
Dijelaskannya, simuasi ini merupakan rangkaian kegiatan setelah dilakukan perekrutan KPPS yang kemudian mendapatkan bimbingan teknis (bimtek). Sekaligus kegiatan ini nantinya dipergunakan sebagai bahan pemetaan pelaksanaan pemilu 2024.
"Petugas dalam simulasi ini kita ambil dari orang-orang yang menjadi KPPS sebelumnya. Selain itu kita juga hadirkan kawan-kawan PPK supaya bisa mengevaluasi apa kekurangan yang ada dan nanti mereka menyesuaikan di wilayah masing-masing," bebernya.
Adapun surat suara yang digunakan dalam simulasi ini bukan surat suara asli. Format surat suara tersebut disiapkan dan didapat langsung dari KPU RI yang kemudian dicetak biasa. Dimana isi surat suara semuanya tidak berkaitan dengan calon dan peserta pemilu.
"Kita hanya kondisikan pemilih, agar tahu ketika datang ke TPS, bahwa ini loh surat suara. Karena hal yang paling prinsip adalah warna surat suara abu-abu untuk presiden dan wakil presiden sampai warna hijau untuk DPRD kabupaten/kota, minimal itu dulu," terangnya.
"Harapannya, selain KPU bisa juga mengevaluasi proses-proses pelaksanaan pemilu di TPS agar dapat diketahui KPPS dan juga PPK. Sehingga pada saat hari H nanti sudah tidak kaget lagi," imbuhnya.
Ditambahkan Asisiten I Setdakab Kukar, Ahmad Taufik yang mewakili Bupati Kukar Edi Damansyah bahwa pemerintah daerah mengapresiasi simulasi yang dilaksanakan oleh KPU Kukar, karena ini bagian terpenting sebelum penyelenggaraan pemilu 2024.
"Sebagai uji coba, bahwa bagaimana proses pemungutan suara ini berjalan dengan tertib, aman, dan damai. Kemudian bagaimana penghitungan suara dan sebagainya ini bisa menjadi dasar kita pada saat pelaksanaan sudah tidak canggung lagi," bebernya.
Diharapkan kedepannya bahwa petugas di seluruh TPS sudah siap dan mengetahui dan memahami peran dan fungsinya. "Pesan kami untuk masyarakat, harus aktif dan berpartisipasi penuh. Jadi tidak ada lagi yang namanya pemilih golput. Jadi harus hadir, minimal masyarakat terlibat langsung," pungkasnya.
Editor: Maruly Z