"Karena kan pesan beliau sebelum meninggal, harus tetap menjalin silaturahmi terutama dengan tim dan para ketua RT," kata Risti kepada korankaltim.com, Minggu (5/6/2022).
Silaturahmi ini sekaligus untuk doa kepada dirinya yang akan berangkat haji ke tanah suci Makkah pada 2 Juli 2022 mendatang. Di mana seharusnya Risti berhaji dengan sang suami.
"Tapi qadarullah, saya berangkat sendiri. Mohon doanya, semoga berangkat sehat dan pulang tetap sehat," ucapnya.
Hanya saja Risti enggan berkomentar lebih jauh ketika disinggung mengenai suksesi pemilihan Wakil Wali Kota Balikpapan. Menggantikan Thohari Aziz yang meninggal pada 27 Januari 2021 lalu karena terpapar Covid-19.
"Saya no comment dulu, kan sudah ada nama Pak Budiono dari PDI Perjuangan," sebutnya.
Dirinya mengaku sudah lama tidak mengikuti perkembangan politik. Terlebih rekomendasi telah diterbitkan oleh DPP PDI Perjuangan.
"Saya sudah lama tidak mengikuti perkembangan itu. Rekom keluar, saya tetap mengajar, merawat dan membesarkan anak-anak. Saya jalani hidup santai saja, ikhlas saja seperti pesan almarhum," tutur Risti yang juga merupakan guru honor di SDN 013 Gunung Bahagia.
"Karena kami suami istri, sering diskusi, memang almarhum bilang nanti akan melewati kita bukan siapa-siapa. Alhmadulillah, saya rasakan itu," pungkas Risti.
Sementara itu, tokoh masyarakat Sepinggan, Hadi Susanto mengaku masih merasakan kehilangan sosok Thohari Aziz. Terlebih banyak sumbangsih yang dirasakan almarhum ketika menjadi anggota DPRD Balikpapan, bahkan ketika menjabat sebagai wakil ketua di lembaga legislatif tersebut.
"Hampir semua RT merasakan realisasi atas usulan pembangunan, salah satunya semenisasi. Itu perjuangan almarhum. Sekarang agak sulit untuk mencari penggantinya," sebut Hadi Susanto.
Penulis: Hendra
Editor: Aspian Nur