Menyikapi hal itu Ketua DPD PKS Balikpapan Son Hadji menuturkan pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan PDI P dan Gerindra juga sementara komunikasi secara keseluruhan partai pendukung belum dilakukan
"Memang saya sudah komunikasi dengan beberapa partai yang koalisi untuk membicarakan terkait dengan isu wakil wali kota. Persiapan dijalankan karena memang sudah waktunya dalam bentuk konkret bertemu secara langsung dengan partai koalisi 8 partai pengusung belum terlaksana,"papar Son Hadji kepada Korankaltim.com Senin (17/1/2021) sore tadi.
Menurutnya komunikasi dengan seluruh partai pengusung perlu dilakukan sebagai langkah menentukan sikap siapa calon yang akan diusulkan sebagai wakil wali kota. Sesuai aturan partai koalisi berhak mengusulkan nama untuk kemudian diserahkan ke wali kota dan selanjutnya diserahkan ke DPRD untuk dilakukan pembahasan.
PKS mengusulkan dua nama yakni Son Hadji sendiri dan Fahrurrozi. "Jadi berdasarkan aturan Undang-Undang itu membang semua partai koalisi yang 8 partai ini berhak mengajukan calon kalau PKS sendiri kan juga punya calon," paparnya.
Ketua DPD PDI P Kaltim Safaruddin secara terpisah menegaskan PDI-P masih berpegang pada komitmen partai koalisi yang mengusung wakil wali kota dari partai berlambang kepala banteng moncong putih.
Dua nama yang diusulkan yaitu Risti Utami Dewi dan Baba menunggu rekomendasi dari DPP PDI P. "Masih menunggu dari DPP, saya sudah usulkan nama sudah masuk dua orang Ibu Risti sama Haji Baba," kata Safaruddin.
Kendati dua nama sudah diusulkan ke DPP, mantan Kapolda Kaltim ini juga tidak menampik jika rekomendasi dapat jatuh ke kader lainnya.
"Terserah DPP, bisa saja (berubah) terserah DPP sudah saya serahkan sepenuhnya ke DPP," jelasnya.
Mengenai kapan turunnya surat rekomendasi tersebut, Safaruddin belum bisa memastikan. "Saya juga nunggu, maunya juga cepat," tutup Safaruddin.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur