Sebagai Ketua DPC PDIP Kukar yang baru, Edi Damansyah dari lubuk hati yang paling dalam, tidak ingin ada pihak-pihak lain yang tersakiti karena merasa dilengserkan.
Proses ini, kata dia, sudah melalui mekanisme dan musyawarah di tingkat DPC dan PAC. karena ini dia tidak menghendaki, PDIP terlihat lemah karena jika dianggap tidak bisa menjaga kekompakan di internalnya.
Selain itu, Edi mengungkapkan ada isu yang berkembang di luar soal dirinya yang berupaya merebut kepemimpinan di DPC PDIP Kukar untuk mempengaruhi kader-kader lain.
"Saya luruskan pada kesempatan ini bahwa narasi itu, yang dibangun ini adalah tidak benar," ungkapnya.
Menurutnya pergantian ketua DPC ini adalah dinamika dalam sebuah partai. Dengan tegas dia mengatakan, Ketuanya boleh berganti namun kader harus sehidup semati. Untuk itu dia meminta loyalitas kader, bukan untuk ketua namun untuk partai berlogo banteng itu. Jika pun ada perbedaan di internal, itu dapat dimusyawarahkan secara bersama.
Ketua DPD PDIP Kaltim Safaruddin menghadiri acara konsolidasi itu secara virtual, dia mengatakan pergantian ketua itu adalah suatu yang lumrah bahkan sampai ke tingkat DPD.
Dia menyiratkan, pergantian ketua ini adalah suatu tuntutan zaman. Menurutnya, dinamika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. Karena ke depan, sekitar 40 sampai 50 persen pemilih adalah pemilih pemula. Dipilihnya Edi sebangai ketua DPC sendiri merupakan sebuah 'penyegaran' .
"Kalau terlalu lama menjabat lama-lama itu jadi bos nanti, maka harus dilakukan penyegaran," sebut mantan Kapolda Kaltim itu.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPC PDI Perjuangan yang lama, Solikin beserta seluruh pengurusnya atas upayanya meningkatkan jumlah anggota DPRD Tingkat II juga memenangkan Edi Damansyah sebagai bupati pada Pilkada 2020 lalu.
Dia meminta, konsolidasi ini dapat dilaksanakan maksimal secara terus menerus terutama untuk mengharumkan nama PDIP dalam kerja-kerjanya. Edi sebagai Bupati Kukar dipesani Safaruddin untuk dapat memaksimalkan pembangunan di Kukar.
"Kalau bupati ini sebagai kader PDIP tidak bisa membangun Kukar, maka nama baik PDIP Kukar jadi rusak. Saya minta bekerja maksimal sebagai bupati, pembangunan di Kukar harus dirasakan oleh masyarakat,", tandasnya.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan