Ketua DPC PKB Kukar, Puji Hartadi mengungkapkan, almarhum Andi Amir sebelum dilarikan ke rumah sakit Minggu (1/8/2021) lalu diketahui menderita sakit dengan keluhan kolesterol dan tekanan darah tinggi.
"Atas inisiatif dari pihak keluarga akhirnya almarhum dibawa ke rumah sakit, sebelumnya sudah di test rapid negatif, namun karena ada keluhan sesak nafas juga makanya dibawa ke rumah sakit," ungkap Puji kepada korankaltim.com hari ini.
Sesampainya dan dirawat di RSUD AM Parikesit, almarhum kembali di test PCR dan hasilnya pun positif.
Puji menceritakan pihaknya sempat dibuat khawatir lantaran keberadaan oksigen di Kutai Kartanegara sangat susah didapatkan.
"Susah sekali mendapatkan oksigen di Kutai Kartanegara ini tidak tahu juga kenapa, dimana-mana kosong. Tadi pagi kami mendapatkan info kalau kondisi beliau kritis dan tepatnya siang tadi jam 12.15 WITA beliau sudah dinyatakan meninggal," papar Puji.
Atas nama keluarga dan lembaga besar partai, Puji memohon doa ikhlas dari seluruh lapisan masyarakat Kutai Kartanegara atas kepergian Andi Amir yang wafat dalam usia 39 tahun.
"Mohon doa dan keikhlasannya, semoga beliau Husnul khatimah dan ditempatkan di sisi yang terbaik Allah SWT. Kami atas nama pribadi keluarga dan PKB Kukar mengucapkan terimakasih atas doa yang dipanjatkan khusus bagi almarhum," tutup Puji.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor: Aspian Nur