Menurutnya, adanya kalangan kontra Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu menandakan bahwa di bawah kepemimpinan putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, Demokrat justru semakin dipercaya oleh rakyat. "Kira-kira begitu lah," tukasnya.
AGM juga menilai pelaksanaan kegiatan yang diklaim sebagai KLB Partai Demokrat itu pun tidak berdasar, karena tidak sesuai dengan AD/ART. Bahkan, disebut hanya membuat malu partai. "Tidak ada KLB itu. Yang hadir siapa ? SK dari mana ? Anggota apa ? Kalau mau buat partai sendiri saja. Malu-maluin aja," ucap AGM yang juga Bupati Penajam Paser Utara (PPU) tersebut.
Politisi muda ini membeber, dalam AD/ART disebutkan secara gamblang terkait siapa yang disebut pendiri, maupun aturan orang yang memiliki hak suara. "Yang hadir gak ada ketua DPD, DPC yang punya SK. Kalau saya, untuk apa diladenin, karena semuanya abal-abal," tuturnya.
Untuk itu, AGM mengaku menyerahkan kemelut ini kepada pimpinan pusat partainya.
"Yang jelas kami satu komando dengan partai Demokrat yang sah. Bukan abal-abal, tentu ini sangat mencederai demokrasi dan tidak mendidik demokrasi secara utuh," pungkas AGM.
Penulis : Faishal Ays
Editor : Rusdi