Diakuinya meski jadwal belum ada tetapi untuk saat ini terdapat beberapa nama yang mulai muncul untuk mengikuti kontestasi ini. Bahkan nama orang-orang tersebut cukup familiar ditelinga masyarakat. Mereka Diantaranya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kukar yang juga saat ini sebagai Ketua DPD Golkar Kukar Abdul Rasid, Anggota Komisi III DPRD Kaltim Sarkowi V Zahry, Wakil Bupati Kukar terpilih Rendi Solihin, Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim yang juga sebagai Sekretaris DPD Golkar Kukar Salehuddin. "Ada juga tokoh pemuda pesisir asal Muara Badak, Hardianto yang beberapa waktu lalu baru mendeklarasikan diri," kata Ayub, sapaan akrabnya.
Nama-nama ini terdiri dari berbagai kalangan, baik itu kalangan muda maupun tua. Ini membuktikan Golkar membuka diri kepada siapapun. "Memang agak seksi Golkar di Kukar," kata Ayub lagi.
Ayub berharap, siapapun kandidat yang kelak akan bertarung untuk memperebutkan kursi nomor satu Golkar di Kukar harus mematuhi aturan main yang ada di partainya. Terdapat juklak, dan Ad/Art yang mengatur persyaratan untuk menjadi calon. "Kami membuka diri, kaum muda, tokoh senior ayok silahkan mendaftar, dan taati aturan yang ada," sebutnya.
Salah satu aturannya itu yakni, sudah berkader selama 5 tahun, dan juga pernah menjadi pengurus di tingkat Kota maupun Kecamatan. Ayub mengingatkan, sejumlah persyaratan yang ada itu untuk dapat dipelajari, agar tidak kecewa nantinya. Namun, meskipun tidak terpenuhi masih ada langkah yang dapat dilakukan, yaitu diskresi dari Ketua DPP.
"Biasanya dilihat dari prestasi, ketokohan orang tersebut. Yang dipandang layak dan mampu mengangkat kebesaran partai Golkar," jelas Ayub. (*)
Penulis : Faishal Alwan Yasir
Editor: Aspian Nur