Diketahui, massa yang mengatasnamakan Masyarakat Kukar itu menggelar aksi kembali pada Rabu (9/9/2020) siang.
Koordinator Aksi Aliansi Pemuda Daerah, Awang Akhmadi mengungkapkan, yang dilakukan kemarin itu merupakan buntut dari keresahan masyarakat akan terkait persoalan PAN pada agenda Pilkada 2020 ini. Mereka hanya mempertanyakan akan kejelasan arah dukungan partai berlambang matahari itu kepada pengurus partai di tingkat daerah.
"Ini menjadi keresahan masyarakat, kami mempertanyakan mengapa Pak Supriyadi tidak bisa di temui. Ini pun atas seruan Pak Darlis juga untuk ke DPP dan dari pusat tidak ada kepastian," kata Akhmadi dikonfirmasi Korankaltim.com, Rabu (9/9/2020).
Akan tidak terpenuhinya tuntutan massa untuk menemui Ketua PAN Kukar atau pun sekretaris, massa kemudian mencoret pintu besi Rumah PAN Kukar menggunakan cat semprot dengan kalimat bertuliskan "Tempat Disegel".
Akhmadi menegaskan bahwa tidak ada aksi premanisme saat aksi itu, dan tidak ada benturan sama sekali dengan pihak lainnya.
"Karena itu, kita takut kawan-kawan melakukan gerakan yang terbilang anarkis," sebutnya.
"Kalau jalur birokrasinya gak jalan, kenapa kantor (Rumah PAN Kukar, red) dibuka?, Ditutup aja kantor PAN ini, makanya kami tulis di pintunya 'Tempat Disegel' namun tidak ada benturan," imbuhnya lagi.
Jika bertemu dengan Ketua PAN Kukar, lanjut Akhmadi, pihaknya ingin memperjelas tuntutan tersebut.
"Dan juga kita hadirkan pak AYL, karena yang lebih tahu ini kan pak AYL. Kita ingin memperjelas itu saja," kata Akhmadi.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor : Bambang Irawan