"Yang ikut cukup perwakilan PPDP saja karena halaman sekretariat cukup untuk menampung ribuan orang. Tadi juga sempat tertunda sebab hujan," kata Noor Thoha, Sabtu (18/7/2020).
Dalam apel juga dilakukan pembacaan pakta integritas sebagai pedoman wajib ketika PPDP bertugas hingga 15 Agustus 2020 mendatang. PPDP wajib mematuhi pakta integritas tersebut.
"Perilaku mereka sudah terikat dalam penyelenggaraan dan mendapat pengawasan," ucapnya.
PPDP bertugas melakukan verifikasi terhadap daftar pemilih secara door to door atau dari rumah ke rumah warga. Tujuannya untuk menambah pemilih baru, mencoret pemilih yang tak memenuhi syarat dan mengoreksi pemilih yang sudah ada perubahan data.
"Jadi PPDP harus memastikan orang yang ada dalam daftar pemilih sama dengan yang berada di rumah," sebutnya.
Apabila ditemukan warga yang telah memenuhi syarat tapi tidak masuk daftar pemilih, maka PPDP segera mencantumkan catatan dalam formulir AA sebagai pemilih baru.
"Kalau ada dalam daftar pemilih dan ternyata tidak ada di rumah karena meninggal dunia, pindah domisili atau menjadi TNI - Polri, maka itu segera dicoret. Koreksi juga kesalahan penulisan nama dan jenis kelamin," pungkasnya. (adv)
Penulis: Hendra
Editor: Desman Minang