KPU Kaltim bersama pers yang ada di Kota Samarinda menggelar Focus Group Discussion (PGD) di aula KPU Kaltim, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda.
“Dengan adanya diskusi ini peran media untuk mengimformasikan pemberitaan bisa berkontribusi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” kata M Taufik.
Dia berharap khusus pemilih pemula yang belum menentukan pilihan, peran media sangat dibutuhkan untuk mengedukasi.
“Pers bisa berperan aktif untuk manyajikan inpormasi kepada masyarakat. Agar pemilih pemula bisa menggunakan hak pilihnya dengan efektif,” katanya.
Dengan FGD tersebut dan peran para stekholder serta masyarakat KPU Kaltim optimis, terget partisipasi pemilih 77 persen di pemilihan lima tahunan tersebut bisa tercapai.
“Kami optimis, terget 77 persen pemilih di Pilgub Kaltim bisa tercapai dengan adanya peran media,” sebutnya.
Komisioner KPU Kaltim, Syamsul Hadi mengatakan pilkada sebelumnya partisipasi masyarakat hanya 56,9 persen. Diapun berharap dengan adanya FGD KPU bersama pers partisipasi masyarakat bisa meningkat pada pilkada tahun 2018.
Syamsul mengaku meningkatkan partisipasi pemilih bukan pekerjaan mudah. Apalagi, kondisi sampai saat ini masih belum nampak keriuhan Pilgub kaltim 2018. “Ini yang menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita. Kami berharap dengan adanya FGD KPU bersama pers partisipasi bisa meningkat,” kata Syamsul.
Sementara perwakilan dari wartawan, Ketua IJTI Kaltim, Amir Hamzah berharap pilkada tahun 2018 berlangsung damai, aman dan media bisa berperan dengan isu masing-masing yang bisa menjadi edukasi untuk sarana inforamasi bagi masyarakat khusunya di Pilkada 2018.
“Kami berharap media bisa menjadi media pendidikan di pemilukada kali ini. Kami berharap juga media jangan sampai terjebak politik praktis,”imbunnya. (sab)