Kekalahan ini terasa menyakitkan. Madrid yang sempat bangkit lewat sundulan Eder Militao di menit ke-87, harus kembali tertunduk hanya beberapa saat kemudian.
Alhasil, Madrid gagal memangkas jarak dengan FC Barcelona di puncak klasemen. Mereka tetap tertahan di posisi kedua dengan 69 poin, terpaut empat angka dari sang rival.
Sebaliknya, Mallorca merayakan kemenangan krusial. Tambahan tiga poin mengangkat mereka keluar dari tekanan zona degradasi, naik ke peringkat ke-17 dengan 31 poin.
Sejak awal laga, Madrid langsung mengambil inisiatif serangan. Namun justru Mallorca yang hampir mencuri gol lebih dulu lewat skema berbahaya dari Muriqi, meski gagal dimaksimalkan Zito Luvumbo.
Madrid baru benar-benar mengancam pada menit ke-21. Kylian Mbappe nyaris membuka skor setelah menerima umpan terobosan Arda Guler, tetapi peluangnya digagalkan gemilang oleh kiper Leo Roman.
Roman kembali menjadi mimpi buruk bagi Mbappe dengan penyelamatan penting lainnya, termasuk saat memanfaatkan umpan dari Eduardo Camavinga.
Justru Mallorca yang memecah kebuntuan di menit ke-42. Umpan silang Pablo Maffeo disambut mudah oleh Manu Morlanes di depan gawang. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Madrid tampil semakin agresif. Mbappe kembali menebar ancaman, sementara Aurelien Tchouameni mencoba peruntungan dari luar kotak penalti.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-87. Sundulan Eder Militao, memanfaatkan sepak pojok Trent Alexander-Arnold, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Namun, saat Madrid berharap pulang dengan satu poin, petaka datang di masa tambahan waktu. Serangan dari sisi kiri yang diawali Mateo Joseph berujung umpan silang matang.
Muriqi pun menjadi pahlawan dengan sepakan keras kaki kanan yang menghujam sudut atas gawang Madrid, mengunci kemenangan dramatis 2-1 untuk Mallorca.
Gol telat itu bukan sekadar kemenangan, tapi juga pukulan telak bagi ambisi Real Madrid dalam perburuan gelar.
Editor: Erwin