Pertandingan ini merupakan final Piala Liga kedua yang mempertemukan dua manajer non-Inggris dengan kewarganegaraan yang sama, setelah Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel bersaing memperebutkan gelar pada 2022.
Upaya Arsenal guna meraih gelar juara pertama mereka musim ini berada pada titik krusial. Pasalnya, terakhir kali klub asal London Utara tersebut menjuarai kompetisi ini adalah pada 18 April 1993, di mana saat itu tidak ada satu pun pemain di pasukan saat ini yang sudah lahir.
Arsenal melaju ke final setelah menang agregat 4-2 atas Chelsea di semifinal. Menang 3-2 di leg pertama, The Gunners kembali meraih kemenangan 1-0 di leg kedua.
Sementara ManCity berhak melaju ke partai final usai menyingkirkan Newcastle di semifinal dengan agregat 5-1. Menang 2-0 di leg pertama, City membungkam lawan 3-1 pada leg kedua di kandang sendiri.
Mikel Arteta memiliki peluang besar guna mencatatkan namanya dalam buku sejarah klub sebagai manajer pertama yang memenangkan dua final piala domestik utama pertamanya.
Catatan positif berpihak pada sang manajer, mengingat Arteta belum terkalahkan dalam delapan penampilan di Wembley, baik sebagai pemain maupun pelatih.
Sementara itu, Manchester City datang melalui kondisi yang sedikit terluka setelah tersingkir secara menyakitkan dari ajang Champions League oleh Real Madrid.
Pasukan asuhan Pep Guardiola hanya mampu meraih satu kemenangan dari lima pertandingan terakhir di semua ajang kompetisi, sebuah statistik yang cukup mengkhawatirkan bagi sang juara bertahan.
Ini akan menjadi pertandingan ke-23 Arteta sebagai manajer di Piala Liga dari 22 pertandingan sebelumnya, menang 15 kali, imbang satu kali dan kalah enam kali, dengan mencetak 42 gol dan kebobolan 23 gol.
“Ini adalah salah satu momen penentu karena pada akhirnya, yang terpenting adalah apakah kami berhasil meraih trofi atau tidak. Untuk bisa sampai di Wembley kami harus melakukan banyak hal dan meraih banyak hal, seperti yang telah dilakukan tim sejauh ini,” papar Arteta, manajer Arsenal.
“Kenangan terbaik yang saya miliki sebagai pemain adalah bermain dalam pertandingan-pertandingan seperti itu. Itulah mengapa kami semua sangat antusias, karena kami tahu apa yang dipertaruhkan. Kami benar-benar menginginkannya dan kami tahu apa artinya bagi para pendukung kami juga,” imbuh Arteta yang sudah tampil di Wembley delapan kali selama kariernya bersama The Gunners.
Sementara Manchester City tampil di final dengan catatan kurang bagus. “Kami sudah 22 kali tampil di Wembley dalam 10 tahun terakhir; ini merupakan suatu kehormatan sekaligus tantangan besar. Bagi tim, ini adalah momen penting. Ketika kami mencapai final, apa pun kompetisinya, itu selalu sulit,” tegas Josep Guardiola, pelatih City.
“Arsenal adalah tim yang luar biasa, ini merupakan tantangan besar bagi kami untuk menguji level kami. Kami melihat level di Eropa, liga lain, dan kompetisi apa pun. Untuk berada di sana, kami harus melihatnya sebagai peluang besar karena kami tidak pernah tahu kapan hal ini akan terjadi lagi,” sebutnya.
Mikel Arteta akan terus memantau kondisi kapten Martin Odegaard menjelang final, yang telah absen dalam enam pertandingan terakhir akibat cedera lutut, sementara Jurrien Timber ditarik keluar lebih awal saat melawan Bayer Leverkusen pada pertengahan pekan ini karena masalah pergelangan kaki.
Sementara Guardiola mengonfirmasi kiper mereka James Trafford akan menjadi starter di Wembley, setelah juga tampil di setiap pertandingan hingga saat ini.
Marc Guehi tidak bisa bermain karena sudah bermain untuk Crystal Palace sebelum pindah pada Januari, sementara Josko Gvardiol mengalami patah kaki pada Januari lalu dan absen dalam jangka panjang.
Perkiraan Susunan Pemain;
ARSENAL (4-3-3): Kepa Arrizabalaga, Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie, Martin Zubimendi, Declan Rice, Eberechi Eze, Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Leandro Trossard
Pelatih: Mikel Arteta
MANCHESTER CITY (4-1-4-1): James Trafford, Matheus Nunes, Ruben Dias, John Stones, Rayan Ait-Nouri, Rodri, Bernardo Silva, Shea O'Reilly, Rayan Cherki, Antoine Semenyo, Erling Haaland
Pelatih: Pep Guardiola
Editor: Aspian Nur