Kekalahan tersebut menahan Juventus di peringkat kelima klasemen sementara. Posisi itu membuat persaingan menuju empat besar semakin ketat, terlebih peringkat keempat ditempati AS Roma dengan koleksi 47 poin dari 25 pertandingan.
Secara permainan, Juventus sebenarnya memulai laga dengan agresif. Peluang emas hadir pada menit kelima melalui sepakan jarak jauh Kenan Yildiz, tetapi kiper Como, Jean Butez, mampu melakukan penyelamatan gemilang.
Alih-alih unggul, gawang tuan rumah justru kebobolan lebih dulu. Skema serangan balik cepat Como membuat lini pertahanan Juventus tak siap. Vojvoda memaksimalkan umpan Tasos Douvikas, melewati kawalan, dan menaklukkan Michele Di Gregorio untuk membawa tim tamu memimpin 1-0.
Juventus mencoba bangkit. Peluang Lois Openda pada menit ke-22 kembali digagalkan Butez yang tampil solid. Como bahkan nyaris menambah keunggulan pada menit ke-37 andai sepakan Lucas da Cunha tidak membentur tiang. Skor 1-0 bertahan hingga jeda.
Memasuki babak kedua, tekanan Juventus meningkat. Namun efektivitas tetap menjadi milik Como. Pada menit ke-61, kombinasi Da Cunha dan Perrone berujung pada penyelesaian tenang Caqueret yang menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Tertinggal dua gol, Juventus terus menekan hingga akhir laga. Kesempatan terbaik hadir lewat tendangan bebas Teun Koopmeiners pada menit ke-84, tetapi bola hanya membentur tiang gawang.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 untuk kemenangan Como tetap bertahan, hasil yang membuat Juventus semakin tertinggal dalam perburuan tiket Liga Champions musim depan.
Editor: Erwin