Pelatih Newcastle Eddie Howe sebelumnya berbicara tentang bagaimana tim tamu ingin membuat momen-momen ini menjadi sejarah dan laga yang akan dibicarakan orang dalam waktu lama dan timnya yang dominan memang membuktikannya dengan kemenangan terbesar mereka dari ajang ini.
Qarabag sebelumnya imbang 2-2 melawan Chelsea dan mengalahkan Benfica, Eintracht Frankfurt juga Copenhagen, tetapi juara kompetisi Azerbaijan itu tak mampu menandingi kecepatan dan daya gedor serangan tim tamu.
Gordon, khususnya, menimbulkan masalah besar bagi tuan rumah yang mana penyerang itu melampaui Alan Shearer untuk menjadi pencetak gol terbanyak Newcastle sepanjang masa di Liga Champions.
Gordon hanya membutuhkan dua menit untuk membuka skor setelah ia menyambar umpan terobosan dari bek tengah yang agresif, Dan Burn dan dengan tenang mengarahkannya ke pojok bawah gawang kiper Mateusz Kochalski. Setelahnya, Gordon mencetak gol dua menit 32 via penalti, menit 33 dan menit 45+1 juga dari penalti. Dua gol lain dicetak Malick Thiaw menit 8 dan Jacob Murphy menit 72, sementara tuan rumah mencetak gol hiburan dari penalti Elvin Caferqualiyev menit 54.
Empat gol yang dicetaknya membuat Gordon melampaui legenda Newcastle Alan Shearer sebagai pencetak gol terbanyak klub di Liga Champions dengan 10 gol.
“Kami harus melakukannya bersama-sama,” kata Gordon kepada TNT Sports usai laga. “Saya seorang penyerang. Saya penendang penalti, jadi saya ingin mencetak sebanyak mungkin gol,” imbuhnya.
Sementara di laga lain, kisah dongeng Bodo/Glimt terus berlanjut setelah mereka menambahkan Inter Milan ke daftar korban prestisius mereka di Stadion Aspmyra dengan kemenangan telak 3-1 atas wakil Italia.
Bodo masih dalam masa libur musim di Norwegia, namun mereka berhasil mengalahkan Inter di babak kedua setelah sebelumnya menaklukkan Manchester City dan Atletico Madrid bulan lalu.
Jens Petter Hauge dan Kapser Waarts Hogh mencetak gol dalam tiga menit di babak kedua, menit 61 dan 64, setelah pemain Inter Milan Francesco Pio Esposito menyamakan kedudukan dari gol pembuka Sondre Fet menit 20.
Inter mungkin unggul delapan poin di puncak Serie A dan menjadi finalis Liga Champions dalam dua dari tiga musim terakhir, namun mereka terlihat biasa-biasa saja saat menghadapi Bodo di lingkaran Arktik.
Leg kedua di San Siro pekan depan bakal jadi pertandingan sulit bagi Nerazzurri karena mereka memerlukan kemenangan dua gol tanpa balas atas Bodo yang memiliki pertahanan kuat.
Wakil Belgia, Club Brugge, mencetak gol penyeimbang dramatis di menit-menit akhir setelah dua kali bangkit melawan Atletico Madrid, membuat laga playoff fase knockout Liga Champions mereka tetap terbuka meski bermain di markas lawan pekan depan.
Di Jan Breydel Stadium, tuan rumah tertinggal 0-2 di babak pertama akibat penalti Julian Alvarez menit 8 dan gol Ademola Lookman menit 45+4. Namun mereka bangkit dibabak kedua melalui gol Raphael Onyedika menit 50 dan Nicolo Tresoldi menit 61 yang membuat skor imbang.
Gol bunuh diri Joel Ordonez menit 79 membuat skor 2-3 untuk Inter Milan yang hampir menggagalkan usaha mereka hingga Christos Tzolis mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89, mengakhiri pertandingan yang penuh liku-liku.
Laga kedua akan digelar di Madrid pekan depan dengan pemenang akan menghadapi Liverpool atau Tottenham di babak 16 besar.
Satu pertandingan tersisa mempertemukan Bayer Leverkusen kontra Olympiacos dan penyerang Leverkusen Patrik Schick mencetak dua gol di babak kedua untuk membantu timnya meraih kemenangan di leg pertama ini, meringankan wakil Bundesliga ke leg kedua yang dimainkan di depan pendukung sendiri.
Schick, penyerang internasional Ceko, mencetak dua gol dalam rentang tiga menit di pertengahan babak kedua menit 60 dan 63, membawa tim Bundesliga meraih kemenangan tandang pertama mereka di babak gugur kompetisi ini pada upaya ke-10.
Khusus untuk gol kedua Schick yang tercipta 144 detik setelah memecahkan kebuntuan, adalah sundulan keras yang membuatnya menjadi pemain Ceko dengan gol terbanyak di Liga Champions sejak musim 2004/05.
Editor: Aspian Nur