Vini sendiri jadi penentu kemenangan 0-1 Los Blancos di lag aitu lewat sepakan spektakuler dan merayakannya dengan tarian khasnya di pojok lapangan, sebuah aksi yang membuatnya mendapat peringatan dari wasit dan kemudian kartu kuning karena protesnya.
Rentetan hinaan berdatangan dari tribun, mendorong beberapa pemain Real Madrid untuk menegur para fans Benfica atas perilaku mereka. Situasi memanas dengan cepat ketika beberapa pemain Benfica menghadapi Vinicius dan pemain Argentina Prestianni langsung menghampirinya.
Pada saat itulah striker Real Madrid tersebut berlari ke arah Letexier untuk memberitahunya tentang dugaan penghinaan rasis yang diterimanya, memaksa wasit untuk mengaktifkan protokol anti-rasisme yang diadopsi oleh UEFA.
Pada saat itu, kekacauan meletus. Stadion menjadi liar membela Vinicius. Pertama Antonio Rüdiger dan kemudian Arda Güler mencoba menarik pemain nomor 7 itu keluar dari masalah lebih lanjut, tetapi keributan sudah meluas. Mbappé juga kehilangan kendali dan pertarungannya adalah dengan Otamendi, kapten Benfica.
Vinicius kemudian pergi ke kursi Cadangan dengan beberapa isyarat yang sepertinya menunjukkan dia akan pergi.
Pelatih Benfica Jose Mourinho datang, menghampirinya, dan berbicara dengannya cukup lama. Pemain nomor 7 Real Madrid itu memberikan versinya tentang kejadian tersebut sementara kamera televisi memutar ulang adegan itu, menunjukkan Prestianni menutupi mulutnya dengan bajunya sebelum Vinicius berlari ke arah wasit dan Letexier membuat isyarat X, protokol anti-rasisme. Kata "monyet" adalah hinaan yang dilaporkan oleh Kylian Mbappé dan pemain Brasil itu.
Bintang Prancis itu, yang berada sangat dekat dengan pertikaian antara pemain Argentina dan Brasil tersebut mengaku mendengar dengan sangat jelas hinaan rasis Prestianny. "Kau bajingan rasis! Kau bajingan rasis!" teriak Mbappe berulang kali kepada pemain Benfica itu dan terekam kamera oleh Movistar+
"Ini tidak boleh terjadi. Vini memberi tahu kami orang itu memanggilnya monyet. Dia bilang dia tidak mengatakan apa-apa. Saya tidak tahu harus berkata apa sekarang, tapi yang pasti ini tak boleh terjadi," jelas bek Madrid Aurélien Tchouamén.
“Kami tidak bisa menerima seorang pemain yang bermain di kompetisi top Eropa berperilaku seperti itu. Prestianni tidak pantas lagi bermain di Liga Champions , tetapi kita akan lihat apa yang terjadi, serahkan kepada UEFA, yang selalu berusaha melakukan sesuatu. Sekarang mereka memiliki kasus yang serius, dan saya harap mereka melakukan sesuatu," jelas pemain Prancis itu.
Saat penonton meneriakkan nama Vinicius, Arbeloa lah yang menarik pemainnya untuk mencoba menenangkannya, sementara disisi lain Jose Mourinho kena kartu kuning kedua alias kartu merah karena protes berlebihan dan bakal absen di leg kedua pekan depan.
Ini bukan pertama kalinya Prestianni dan Vinicius berbagi momen ketengan bersama. Beberapa hari sebelum pertandingan ini, sebuah gambar menarik muncul yang mana pemain Argentina itu memasang foto dirinya bersama pemain Brasil tersebut, yang diambil saat pertandingan fase grup Benfica-Real Madrid, sebagai wallpaper ponselnya. Tampaknya itu hanya anekdot lucu.
Namun, malam ini, kedua nama tersebut terhubung dengan cara yang sangat berbeda. Leg kedua antara kedua tim akan digelar di Stadion Santiago Bernabeu pekan depan dengan Real Madrid hanya memerlukan hasil imbang untuk lolos ke fase knock out.
Editor: Aspian Nur