Meski demikian, Manchester City tetap berusaha mengembangkan permainan melalui penguasaan bola. Peluang terbaik mereka hadir lewat sundulan Bernardo Silva hasil umpan silang Antoine Semenyo, namun bola masih melambung di atas mistar.
Di sisi lain, kiper MU Senne Lammens tampil solid dengan menggagalkan peluang Max Alleyne dari situasi bola mati. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Carrick mendorong anak asuhnya untuk bermain lebih berani. Intensitas serangan United meningkat dan sejumlah peluang tercipta melalui Diogo Dalot serta Amad Diallo. City sempat mengancam lewat Erling Haaland, tetapi lini pertahanan United tampil disiplin untuk meredam setiap upaya.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-65. Serangan balik cepat dimaksimalkan Bryan Mbeumo yang menerima umpan Bruno Fernandes sebelum melepaskan tembakan terukur yang gagal dihentikan Gianluigi Donnarumma.
Keunggulan tersebut membuat United semakin percaya diri. Skema serangan balik kembali membuahkan hasil pada menit ke-76, ketika Patrick Dorgu sukses menyelesaikan umpan tarik Matheus Cunha dari sisi kiri untuk menggandakan keunggulan tuan rumah.
Manchester City berupaya bangkit dan memperkecil ketertinggalan, salah satunya melalui tendangan bebas Rayan Cherki, namun upaya tersebut masih mampu diblok barisan pertahanan MU. United bahkan sempat mencetak gol ketiga di masa injury time lewat Matheus Cunha, tetapi gol tersebut dianulir karena offside.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 tetap bertahan. Kemenangan ini menjadi awal yang menjanjikan bagi Michael Carrick sebagai pelatih interim, sekaligus mengembalikan kepercayaan diri Manchester United di hadapan pendukungnya sendiri. (*)
Editor: Erwin