Dua tim Inggris lainnya yang juga bertanding dini hari tadi menuai hasil buruk. Liverpool dipermalukan PSV Eindhoven 1-4 di Anfield Stadium sementara Tottenham Hotspur yang sempat unggul terkena comeback tuan rumah Paris Saint-Germain (PSG) dengan skor akhir 5-3 di Parc des Princes.
Di Emirates Stadium, The Gunners memberikan kekalahan perdana kepada Bayern Munchen. Jurrien Timber menyundul tendangan sudut Bukayo Saka untuk mencetak gol menit 22, gol ke-10 yang dicetak Arsenal dari tendangan sudut musim ini, terbanyak di antara tim-tim di lima liga top Eropa.
Bayern menyamakan skor menit 32 dari Lennart Karl, pemain berusia 17 tahun yang memastikan Arsenal kebobolan untuk pertama kalinya di ajang ini. Menit 69 babak kedua, Noni Madueke membawa Arsenal dan tuan rumah mengunci kemenangan saat Eberechi Eze melepaskan umpan melewati pertahanan dan Gabriel Martinelli mengarahkan bola melewati kiper Manuel Neuer yang berada di posisi yang tidak menguntungkan menit 77. Bayern pun tumbang 3-1 dan tergeser ke posisi ketiga klasemen dengan 12 poin, berjarak tiga angka dengan Arsenal yang mengantongi 15 poin diposisi puncak klasemen.
"Ini adalah pertandingan yang luar biasa melawan tim terbaik di Eropa," kata manajer Arsenal Mikel Arteta. “Kami sangat hebat, betapa kerasnya kami bekerja. Marginnya ketat, tapi ini adalah kemenangan besar,” imbuhnya.
Di Anfield Stadium, Liverpool terus mengalami periode buruk setelah menderita kekalahan telak 1-4 dari PSV Eindhoven. The Reds, yang sedang dalam performa terburuk sejak 1953, kini telah kalah dalam sembilan dari 12 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi setelah dihancurkan oleh tim Belanda dari kompetisi Eredivisie itu.
Masalah domestik Arne Slot sudah diketahui luas, datang ke pertandingan ini setelah dua kekalahan beruntun dengan selisih tiga gol, tetapi Liga Champions memberikan sedikit kelegaan bagi manajer Belanda dan timnya yang sedang kesulitan. Tiga kemenangan dari empat pertandingan, termasuk kemenangan gemilang atas Real Madrid pada pertandingan sebelumnya, telah menempatkan Liverpool dalam posisi kuat di fase grup.
Namun kekalahan di sini membuat Slot dihadapkan pada pertanyaan serius tentang kondisi tim saat ini dan bagaimana dia akan memperbaikinya. Tim tamu unggul setelah enam menit, Virgil van Dijk secara tidak perlu mengangkat tangannya ke udara dalam upaya mengklaim pelanggaran, tetapi malah memberikan penalti karena handsball, yang dengan tenang dieksekusi oleh Ivan Perisic menit 6.
Dominic Szoboszlai menyamakan kedudukan 10 menit kemudian. Namun PSV kembali unggul menit 56 babak kedua lewat Guus Til mencetak gol. Kesengsaraan tim tuan rumah semakin parah saat pemain pengganti Couhaib Driouech mencetak gol ketiga menit 73 dan keempat di injury time menit 90+2. Liverpool kini berada di posisi 13 klasemen dengan 9 angka, sementara PSV ada dibawahnya, posisi 13 dengan 8 poin.
"Perasaan kami sangat negatif dan mengecewakan. Cara kami kebobolan gol pertama 1-0. Saya ingin melihat respons positif para pemain saat kami tertinggal 1-0. Kami berhasil bangkit dan memiliki peluang untuk membalikkan skor menjadi 2-1. Saya tidak berpikir ada yang mengira kami akan kalah 4-1," ungkap manajer Liverpool Arne Slot kepada TNT Sports.
Hasil ini membuat Liverpool sudah kalah dalam sembilan dari 12 pertandingan terakhir mereka di semua kompetisi, jumlah kekalahan terbanyak dalam periode 12 pertandingan sejak November 1953 hingga Januari 1954 (juga 9 kekalahan). Mereka juga kalah dalam tiga pertandingan berturut-turut di semua kompetisi dengan selisih tiga gol atau lebih untuk pertama kalinya sejak Desember 1953. Si Merah juga sudah kalah dalam empat dari enam pertandingan kandang terakhir mereka di semua kompetisi, sebanyak yang mereka alami dalam 69 pertandingan sebelumnya.
Tottenham Hotspur yang juga wakil Liga Inggris, menelan kekalahan pertama mereka di Liga Champions musim ini meskipun sempat memimpin dua kali melawan juara bertahan PSG di Parc des Princes.
Diawali gol Richarlison menit 35, PSG menyamakan skor menit 45 dari gol kapten tim Vitor Ferreira alias Vitinha. Mantan pemain PSG, Randal Kolo Muani mengembalikan keunggulan Spurs lima menit setelah babak kedua dimulai, tetapi itu menjadi sinyal bagi PSG untuk menampilkan performa tak terbendung seperti yang mereka tunjukkan saat mengalahkan Manchester City, Liverpool, Aston Villa dan Arsenal di kompetisi musim lalu dengan tiga gol dalam 12 menit.
Vitinha mencetak menciptakan momen special, menyamakan skor 2-2 menit 53. Fabian Ruiz membawa PSG unggul untuk pertama kalinya menjelang menit ke-60 dengan gol keempat dicetak Willian Pacho menit 65 sebelum Kolo Muani memberi harapan bagi tim tamu dengan tendangan kerasnya pada menit ke-72, membuat skor 4-3. Vitinha mencetak hattrick-nya dari titik penalti menit 76 namun juara Liga Champions musim lalu ini harus bermain dengan 10 orang di waktu tambahan saat pemain pengganti Lucas Hernandez diusir dari lapangan karena sikutan yang jelas terhadap Xavi Simons.
PSG menang 5-3 dan berada diposisi kedua klasemen dibawah Arsenal dengan 12 poin, sama dengan Bayern Munchen. "Saya sangat puas dengan penampilan ini. Ini jauh lebih mencerminkan identitas tim, keberanian, dan agresivitas tim,” ujar Luis Enrique, pelatih PSG.
“Kami memiliki sikap yang berbeda. kerja keras, tekanan dan memulai lebih tinggi di lapangan. Ada banyak hal positif yang bisa diambil dari laga ini,” sebut Thomas Frank, pelatih Tottenham.
Editor: Aspian Nur