Aksi kontroversial itu sendiri terjadi menit ke-13 pertandingan. Setelah serangan United yang gagal, Gana Gueye merebut bola di kotak penaltinya sendiri dan di bawah tekanan Noussair Mazraoui dia mencoba mengoper kepada Michael Keane.
Namun, bek tengah tersebut salah menilai niat rekan setimnya dan gagal bereaksi tepat waktu untuk merebut bola. Bola jatuh tepat di depan Bruno Fernandes di luar kotak penalti, yang melepaskan tembakan keras yang melebar dari tiang gawang.
Gelandang timnas Senegal itu berlari untuk mengkonfrontasi sang bek atas ketidakaktifannya. Kamera siaran resmi bahkan merekamnya sedang memberi isyarat dan melambaikan tangan dengan tegas. Mereka langsung berhadapan dan mulai berdebat. Saat itu, Keane mendorongnya agar ia bergerak ke samping dan bersiap untuk tendangan gawang.
Namun, Gueye bereaksi dan memukul wajah rekan satu timnya. Jordan Pickford melihat situasi memanas dan segera memisahkan mereka. Namun, wasit Tony Harrington melihat seluruh kejadian tersebut dan memutuskan segera mengusir Gueye.
"Menurut aturan itu sah-sah saja. Tidak harus hanya terhadap lawan terkait pukulan fisik, bisa juga terhadap rekan setim. Tapi sangat melanggar aturan, sangat berlebihan. Dia menamparnya," jelas Marcelo Espina , komentator siaran resmi di Argentina.
Menurut peraturan resmi FIFA dan IFAB , wasit utama memiliki wewenang untuk memberikan kartu merah langsung kepada pemain sepak bola karena masalah bahasa atau tindakan yang menyinggung, menghina atau mempermalukan , terkait dengan ekspresi verbal atau perilaku yang merendahkan, menyakitkan atau tidak sopan yang dapat dihukum dengan pengusiran.
Meskipun diusir keluar lapangan, Idrissa Gana Gueye tidak langsung tenang dan rekan-rekan setimnya terpaksa mengawalnya ke terowongan menuju ruang ganti disudut Old Trafford.
Bahkan ketika Jordan Pickford dan Iliman Ndiaye, rekan senegara Gueye mencoba menenangkan pemain Senegal tersebut, Michael Keane berulang kali menepuk pelipisnya, membuat gestur “dia gila" sambil melihat ke arah bangku cadangan.
Sejatinya terjadi banyak perkelahian antar rekan satu tim di lapangan sepanjang sejarah, baik dalam pertandingan resmi maupun sesi latihan.
Pada tahun 2021 dalam pertandingan antara Boca dan Talleres de Córdoba di La Bombonera , Carlos Izquierdoz dan Frank Fabra terlibat adu argumen sengit mengenai pertahanan. Pemain Kolombia tersebut bereaksi saat adu argumen dan menampar bek tengah tersebut. Kedua pemain kemudian dijatuhi sanksi atas tindakan mereka.
Khusus untuk Gueye, dia adalah pemain pertama yang diusir dari lapangan di Premier League karena berkelahi dengan rekan setimnya sejak 2008, ketika Ricardo Fuller dari Stoke diusir karena menampar Andy Griffin. Peristiwa 20 tahun lalu terjadi ketika Kieran Dyer dan Lee Bowyer terlibat perkelahian dan saling pukul di lapangan saat Newcastle United melawan Aston Villa.
Beruntung bagi gelandang Senegal tersebut timnya berhasil mempertahankan kemenangan pertama mereka dalam 12 tahun terakhir atas United.
Gueye sendiri disebut sudah meminta maaf atas perilakunya. Hal ini diungkapkan manajer tim David Moyes yang menyebut setelah pertandingan Gueye telah meminta maaf di ruang ganti dan pemain veteran berusia 36 tahun itu telah mengambil tanggung jawab atas perilakunya yang tidak terkendali dengan mengunggah pesan di Instagram.
"Saya ingin meminta maaf terlebih dahulu kepada rekan setim saya Michael Keane," bunyi postingan tersebut.
"Saya sepenuhnya bertanggung jawab atas reaksi saya. Saya juga meminta maaf kepada rekan setim, staf, supporter dan klub. Apa yang terjadi tidak mencerminkan siapa saya atau nilai-nilai yang saya anut. Emosi bisa memuncak, tetapi tidak ada yang membenarkan perilaku semacam itu. Saya akan memastikan hal itu tidak terjadi lagi," tulisnya.
Setelah pertandingan Moyes memuji timnya. “Jika tidak ada yang terjadi saya rasa tidak ada yang terkejut di stadion,” canda pria Skotlandia itu tentang kartu merah Gueye.
“Saya diberitahu aturan permainan menyatakan jika menampar pemain sendiri bisa dalam masalah. Tapi ada sisi lain: saya suka pemain saya saling bertengkar jika seseorang tidak melakukan tindakan yang benar,” ungkapnya.
“Dia (Gueye) sudah meminta maaf atas kartu merah itu, dia memuji para pemain dan berterima kasih kepada mereka serta meminta maaf atas apa yang terjadi,” ungkap mantan pelatih Manchester United itu.
Editor: Aspian Nur