Pada pertandingan tersebut, kedua tim bermain imbang tanpa gol dibabak pertama. Pada babak kedua, Pulisic mencetak gol memanfaatkan kesalahan kiper Nerazzurri Yan Sommers saat menghalau tembakan Alexis Saelemaekers. Bola rebound berhasil dituntaskan dengan gol.
Inter yang jadi tuan rumah mendapat kesempatan emas untuk menyamakan skor saat mereka mendapat tendangan penalti 17 menit sebelum akhir pertandingan setelah Strahinja Pavlovic dianggap melakukan pelanggaran terhadap Marcus Thuram setelah tinjauan VAR.
Gelandang Turki Hakan Çalhanoglu mengambil tendangan penalti dari jarak 12 yard melawan mantan klubnya, tetapi kiper Prancis Maignan menebak dengan benar dan menepis tendangan rendah ke pojok kiri bawah.
Sebelumnya kiper berusia 30 tahun itu memastikan Milan imbang di babak pertama dengan melakukan penyelamatan luar biasa untuk menggagalkan upaya Lautaro Martinez.
Kemenangan ini membawa Milan ke posisi kedua dengan 25 poin, dua poin di belakang pemimpin klasemen Roma yang mengemas 27 angka setelah kemenangan 3-1 mereka atas Cremonese pada laga sebelumnya. Inter berada di posisi keempat, satu poin di belakang Milan dan dua poin di belakang Roma.
“Kemenangan yang hebat, pertandingan yang menyenangkan,” ucap Massimilliano Allegri, pelatih AC Milan kepada DAZN Italia.
“Kami sedikit tegang di 15 menit awal, lalu mulai menemukan ruang. Ada empat atau lima situasi di mana kami seharusnya membuat keputusan lebih baik,” imbuhnya.
Kemenangan ini sekaligus menandai sejarah baru bagi Allegri, yang resmi masuk daftar tujuh pelatih dengan 100 kemenangan bersama AC Milan, sejajar nama-nama besar seperti Carlo Ancelotti, Fabio Capello dan Arrigo Sacchi.
Editor: Aspian Nur