Adapun kartu merah untuk Ronaldo terjadi menit ke-61 karena kapten tim Portugal itu menyikut Dara O’Shea lantaran frustasi tak mampu menembus pertahanan lawan.
Ronaldo terlihat frustrasi setelah penampilan babak pertama yang berlangsung lamban. Ronaldo juga membuat gesture mengejek bek Irlandia Nathan Collins menangis beberapa saat sebelum dia dikeluarkan.
Setelah umpan silang yang melenceng melewatinya, Ronaldo melayangkan tangannya ke arah O'Shea, pemain klub Ipswich Town, yang terjatuh sambil memegangi punggungnya dalam insiden yang awalnya dianggap layak mendapat kartu kuning.
Namun setelah tinjauan VAR, wasit akhirnya menaikkan hukuman peringatan menjadi kartu merah, red card pertama dalam karier internasional gemilang Ronaldo pada penampilannya yang ke-226.
Keputusan itu disambut dengan ketidakpercayaan oleh Ronaldo, yang dengan sinis bertepuk tangan kepada ribuan pendukung Irlandia yang riuh di stadion nasional Irlandia sebelum berjalan menuju terowongan.
Keluhan Ronaldo tidak berhenti di situ. Dia tampaknya mengarahkan kemarahannya ke bangku cadangan Irlandia, seolah-olah mengucapkan “bagus sekali” dalam satu video sebelum bek Chelsea yang mantan rekan satu timnya di timnas, Ricardo Carvalho, menahannya.
Kartu merah membuat penyerang miliarder tersebut akan absen dalam laga kualifikasi Piala Dunia terakhir Portugal tiga hari lagi melawan Armenia, yang mereka hadapi dengan selisih dua poin dari Hungaria di posisi kedua.
Namun kabar yang jauh lebih buruk bagi Ronaldo adalah kartu merah tersebut juga bisa membuatnya absen dalam laga pertama Piala Dunia 2026 musim panas mendatang di Amerika, Kanada dan Meksiko, jika Portugal lolos.
Sanksi larangan bermain yang diakibatkan oleh akumulasi kartu kuning tidak berlaku di turnamen besar dunia empat tahunan itu menurut FIFA, tetapi kartu merah langsung berlaku.
Pelatih Portugal Roberto Martinez membela Ronaldo dan dengan tegas mengatakan ledakan emosi Ronaldo setelah pertandingan bukan sebuah kekerasan.
“Tentu saja, kami berbicara,” kata mantan manajer Everton itu. 'Saya pikir sulit bagi pemain seperti Cristiano yang berada di kotak penalty lawan dan terus-menerus berhadapan dengan dua bek yang melakukan kontak fisik,” ungkapnya.
“Tidak ada kekerasan. Dia mencoba mendorong bek lawan dan dia kurang beruntung karena VAR... sudut pandang gambar membuatnya terlihat lebih buruk dari yang sebenarnya terjadi. Ini adalah kartu merah pertama Ronaldo untuk tim nasional, sungguh luar biasa,” imbuhnya.
Hanya beberapa jam sebelum kick-off di Dublin, Ronaldo sebenarnya berjanji akan menjadi 'anak baik' saat kembali ke ibu kota Irlandia. “Saya benar-benar menyukai para penggemar di sini,” katanya dalam konferensi pers.
“Dukungan yang mereka berikan kepada tim nasional mereka sangat indah. Bagi saya, bermain disini lagi adalah suatu kehormatan. Saya harap mereka tidak terlalu banyak mencemooh saya dan saya berjanji akan berusaha menjadi anak baik,” ucapnya sehari sebelum pertandingan.
Bagi Irlandia, kemenangan 2-0 atas raksasa Eropa ini merupakan langkah besar dalam upaya mereka untuk lolos ke Piala Dunia 2026.
Kekalahan akan mengurangi harapan mereka untuk tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002, tetapi kini mereka hanya tertinggal satu poin dari Hungaria menjelang pertandingan krusial antara kedua negara hari Minggu 16/11/2025) nanti.
Troy Parrott yang mencetak kedua gol Irlandia Utara menggambarkan momen itu sebagai yang terbaik dalam hidupnya.
“Saya tidak punya kata-kata untuk menggambarkannya,” katanya.”Semua tahu betapa pentingnya pertandingan ini dan saya tidak tahu kata-kata apa yang harus digunakan, saya sangat Bahagia,” ucap Troy.
Menanggapi kartu merah Ronaldo Troy memberikan pendapatnya. “Dia [Cristiano Ronaldo] kehilangan fokusnya sedikit dan mungkin juga karena suporter. Dia frustrasi dan bereaksi dengan cara yang dia tahu tidak seharusnya,” ucap Troy.
Editor: Aspian Nur