Terlihat seperti sepasang sepatu slip-on berwarna cerah seharga £80, setara dengan Rp1,7 Juta, deskripsi Nike mengklaim sepatu itu bisa memperbaiki rutinitas pra-pertandingan dengan ilmu yang mengubah pikiran dengan menghubungkan sensor di telapak kaki penggunanya dengan reseptor di otak.
Namun Tuchel yang tidak mengenakan sepasang sepatu tersebut saat bertemu media tampaknya tidak yakin.
“Saya tidak tahu banyak tentang sepatu ini. Mereka bilang mereka bisa lebih fokus dalam rapat jika memakai sepatu ini dan saya harap mereka percaya itu. Mungkin hal terpenting adalah mereka percaya itu. Saya tidak tahu ilmu di baliknya,” papar Tuchel.
“Mereka sangat ingin memberitahuku, tapi aku belum punya waktu untuk memahaminya. Tapi semua pemain mengenakannya,” imbuhnya.
Persiapan mental Tuchel untuk pertandingan didasarkan pada meditasi dan teknik pernapasan, sesuatu yang diadopsi oleh pria berusia 52 tahun itu sejak awal karir manajerialnya di Jerman.
Ketika ditanya apakah dia percaya pada pemikiran positif, dia menjawab yakin 100 persen. “Selama semua orang percaya padanya. Saya mulai meditasi jauh sebelum saya bergabung dengan Chelsea. Itu membantu saya dalam disiplin. Saya seharusnya melakukannya setiap hari, tapi saya tidak cukup disiplin. Saat bangun tidur dan di malam hari. Dua kali sehari idealnya, tapi sekali sehari saya coba,” ucap Tuchel melansir dari laman dailymail.co.uk Kamis (13/11/2025) hari ini.
“Saya mendorong semua orang untuk mencobanya. Saya percaya itu bekerja. Bahkan jika Anda tidak percaya itu bekerja, Anda tidak perlu melakukannya. Itulah hal yang bagus tentang meditasi,” tutupnya.
Editor: Aspian Nur