Tak lama setelah kedatangannya di Fenerbahce pada Juni 2024, Mourinho dipindahkan ke Hotel Four Seasons yang terletak di tepi Sungai Bosphorus yang berada di dalam sebuah istana Ottoman abad ke-19 yang telah direnovasi.
Kompleks ini mencakup spa dan gym modern, serta kolam renang indoor dan outdoor dengan kolam renang indoor diyakini menjadi favorit sang pelatih kepala.
Melansir dari laman Daily Mail Sport Selasa (11/11/2025) hari ini, media tersebut sempat mengunjungi Mourinho di hotel pada awal masa jabatannya di klub, dengan staf mengungkapkan kalau manajer tersebut sering memesan hal yang sama - sup ayam diikuti dengan pizza margherita, es krim dan air mineral berkarbonasi.
Namun, keberadaan pria berusia 62 tahun itu di hotel ternyata tidak sementara, mengingat Four Seasons menjadi satu-satunya tempat tinggalnya di kota tersebut saat ia menolak godaan untuk menyewa properti pribadi.
Suasana di Bosphorus memburuk dengan mantan manajer Chelsea dan Inter Milan tersebut dipecat hanya enam pertandingan setelah dimulainya musim 2025-26.
Menurut jurnalis Muge Dagıstanlı Erdogan dari media Turki Yenicag, penginapannya disertai dengan tagihan akhir yang fantastis sebesar 36,5 juta lira Turki atau £656.000.
Belum jelas apakah klub akan menanggung biaya tempat tinggal Mourinho, atau apakah manajer sendiri yang akan membayarnya. Mourinho dilaporkan menerima pembayaran sebesar £7,7 Juta, setara dengan Rp170 Miliar untuk meninggalkan Fenerbahce pada awal musim ini.
Namun, jika Mourinho tidak menetap di Istanbul, situasinya mungkin mirip dengan periode sebelumnya dalam kariernya, saat ia masih di Manchester United.
Mourinho yang bermarkas di London dan Portugal, memilih tidak menetap di Utara Kota Manchester antara tahun 2016 dan 2018, dan malah tinggal di Hotel The Lowry selama 895 hari. Dengan status manajer Red Devils saat itu, Mourinho menanggung tagihan sebesar £537.000 selama masa tinggalnya atau setara dengan Rp11,8 Miliar.
Editor: Aspian Nur