Hasil tersebut membuat MU tetap menempel papan atas, menempati posisi ketujuh klasemen sementara dengan 18 poin dari 11 laga, jumlah yang sama dengan Tottenham yang berada di peringkat ketiga berkat selisih gol.
Secara statistik, The Lily Whites unggul dalam penguasaan bola hingga 55 persen serta melepaskan 10 tembakan, empat di antaranya mengarah tepat ke gawang. Namun efektivitas dan determinasi MU membuat mereka terhindar dari kekalahan.
MU sempat unggul lebih dulu pada menit ke-32. Bryan Mbeumo dengan cerdik menuntaskan umpan silang Amad Diallo untuk membawa Setan Merah memimpin 1-0.
Tertinggal di kandang sendiri, Tottenham menggempur habis-habisan pada babak kedua. Peluang Cristian Romero dan Joao Palhinha sempat membuat lini belakang MU kelabakan, namun kiper Senne Lammens tampil gemilang menjaga gawangnya.
Tekanan itu akhirnya berbuah hasil. Umpan Destiny Udogie sukses disambut Mathys Tel pada menit ke-84 untuk mengubah skor jadi 1-1.
Tak berhenti di situ, publik London bergemuruh ketika Richarlison membawa Tottenham berbalik unggul 2-1 di masa tambahan waktu (90+1’).
Namun drama belum berakhir, saat laga nyaris usai, MU membalas lewat aksi Matthijs de Ligt yang menyambut umpan Bruno Fernandes di menit ke-90+6 sehingga menyelamatkan satu poin berharga.
Kedua tim masih berupaya mencetak gol kemenangan di sisa waktu, tetapi peluit panjang memastikan laga berakhir dengan skor 2-2. (*)
Editor: Erwin