Pria berusia 50 tahun itu sudah mengumumkan keputusannya melalui media sosial dan langsung menerima pesan dukungan dari mantan rekan setimnya, jurnalis juga penggemar.
Dalam penampilannya baru-baru ini di podcast Stick to Football , Scholes menjelaskan bagaimana kebutuhan putranya telah mengubah total kehidupan profesionalnya. Scholes bekerja sebagai komentator untuk Premier League Productions dan saluran Inggris TNT Sports ini menjelaskan alasan dibalik pengunduran dirinya.
“Setelah berpikir panjang, saya memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan saya sebagai analis dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada Aiden. Ini adalah hal yang tepat bagi kami sebagai keluarga,” kata Scholes.
Aiden didiagnosis autisme pada usia dua tahun. Meskipun Scholes sebelumnya telah membahas kesulitan dan pembelajaran yang menyertai kondisi putranya, ini adalah pertama kalinya ia secara langsung menghubungkan kehidupan profesionalnya dengan kesejahteraan putranya.
Mantan pemain, yang berbagi hak asuh putranya dengan mantan pasangannya Claire menambahkan dirinya sudah membuat keputusan tahun ini untuk Aiden.
“Terutama mengingat kebutuhan khususnya. Pekerjaan saya saat ini berpusat pada rutinitasnya, karena ia mengikuti jadwal yang sangat ketat setiap hari, jadi saya memutuskan semua yang saya lakukan akan berpusat pada Aiden ," tegas Scholes.
Kehidupan sehari-hari keluarga Scholes terstruktur berdasarkan rutinitas yang tetap, hari Selasa mereka pergi ke kolam renang dan membeli pizza, hari Kamis makan bersama dan hari Minggu mereka berbelanja bahan makanan bersama, dimana Aiden mengisi keranjangnya dengan cokelat.
Meskipun pemuda itu tidak memahami konsep hari atau waktu, ia mengenali setiap hari melalui aktivitas yang ia lakukan dan perlu mengantisipasi apa yang akan terjadi keesokan harinya agar merasa aman.
Kabar pengunduran diri Scholes dari dunia media mengguncang komunitas sepak bola Inggris. Gary Neville yang pernah bekerja sama dengan Scholes selama lebih dari satu dekade di Manchester United dan saat ini menjadi koleganya di media menyatakan di media sosial kalau keputusan itu berani dan mengagumkan.
“Scholes selalu menjadi teladan, baik di dalam maupun di luar lapangan," kata Neville.
Setelah pensiun dari sepak bola profesional pada tahun 2013, Scholes, pemenang sebelas gelar Liga Primer dan dua trofi Liga Champions bersama Manchester United, tetap terlibat dalam olahraga ini sebagai analis dan, terkadang sebagai pelatih. Kini, prioritasnya adalah kesejahteraan putranya.
"Kekhawatiran terbesar saya sekarang karena saya semakin tua adalah memikirkan apa yang akan terjadi ketika saya tidak ada lagi di sini. Itulah yang selalu saya pikirkan ," tuntasnya.
Editor: Aspian Nur