Setan Merah langsung tancap gas sejak awal pertandingan. Baru delapan menit berjalan, Mason Mount membuka keunggulan usai menyambar umpan matang dari Bryan Mbeumo di kotak penalti. Sepakan ke sudut kanan gawang terlalu sulit untuk dijangkau kiper Sunderland, Robin Roefs.
Tuan rumah hampir menggandakan keunggulan di menit ke-21 melalui tembakan Amad Diallo, namun Roefs menunjukkan refleks apik. Sang kiper asal Belanda kembali dipaksa bekerja keras empat menit kemudian saat menggagalkan tendangan jarak jauh Bruno Fernandes.
Tak butuh waktu lama bagi United untuk menambah gol. Menit ke-31, lemparan ke dalam di area Sunderland menciptakan kemelut yang dimanfaatkan Benjamin Sesko. Penyerang muda itu melepaskan tembakan akurat ke sudut kiri gawang dan menggandakan skor menjadi 2-0.
Sunderland mencoba membalas cepat. Bertrand Traore nyaris memperkecil kedudukan lewat sundulan di menit ke-33, tapi Senne Lammens tampil sigap di bawah mistar. Menjelang akhir babak pertama, giliran Granit Xhaka melepaskan sepakan keras, namun Lammens lagi-lagi berjaga dengan baik. Babak pertama berakhir dengan keunggulan dua gol bagi MU.
Memasuki paruh kedua, tempo permainan menurun meski kedua tim tetap menciptakan peluang. Mbeumo nyaris mencetak gol di menit ke-55, tetapi penyelesaiannya masih melebar. Sunderland membalas lewat Trai Hume, namun tendangannya juga belum mengarah ke sasaran.
Masuknya Matheus Cunha memberi warna baru di lini serang MU. Ia sempat memiliki tiga peluang emas di menit-menit akhir pertandingan, dua melebar, satu mudah diamankan Roefs.
Sunderland tak menyerah, dan sempat memberi tekanan melalui tembakan Chemsdine Talbi di injury time, namun Lammens lagi-lagi jadi tembok kokoh. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-0 bertahan untuk kemenangan Manchester United.
Hasil ini membawa tim asuhan Ruben Amorim naik ke peringkat delapan klasemen sementara dengan koleksi 10 poin. Sunderland, meski kalah, masih bertahan di posisi enam dengan selisih satu poin. (*)
Editor: Erwin