Jika pada hari itu Sergio Romero, kiper Boca Juniors menjadi pahlawan, ada yang lebih hebat dilakukan Berke Özer, kiper Lille yang berhasil menyelamatkan tiga tendangan penalti dalam waktu kurang dari lima menit saat menghadapi AS Roma pada matchday kedua Europa League 2025/2026 yang bergulir Jumat (3/10/2025) dini hari tadi.
Ya, hasil pertandingan antara Lille dan Roma di Stadion Olimpiade, stadion legendaris di ibu kota Italia itu, ditentukan oleh urutan yang tidak biasa ketika penjaga gawang asal Perancis menghentikan tiga tembakan penalti berturut-turut di menit-menit akhir, situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya yang memastikan kemenangan bagi Lille dengan selisih sangat tipis, 0-1.
Ozer, pemain asal Turki yang berdiri diantara tiang gawang klub yang diperkuat pemain timnas Indonesia Kevin Verdonk, meninggalkan rasa pahit bagi penonton tuan rumah, yang tidak mempercayai apa yang mereka lihat dari tribun.
AS Roma asuhan Gian Piero Gasperini mengawali musim dengan menjanjikan dan berupaya mengokohkan momentum dengan kemenangan kedua di kompetisi continental ini, namun Lille yang ditangani pelatih Bruno Génésio ternyata tak mudah ditaklukkan.
Penyelamatan tiga penalti Ozer terjadi di menit akhir. Sebuah serangan di sayap kanan Lille berakhir dengan bola mengenai lengan pemain Aljazair Aïssa Mandi di dalam kotak penalti tim tamu. Setelah tinjauan VAR, wasit Lambrechts menghadiahkan penalti kepada Roma, yang sebenarnya bisa saja menghasilkan hasil imbang di menit-menit terakhir, mengingat pemain Islandia Häkon Haraldsson telah membuka skor untuk Lille.
Striker Ukraina Artem Dovbyk yang baru masuk menggantikan Evan Ferguson menjadi penanggung jawab tendangan penalti. Tembakannya yang mengarah ke sisi kiri Berke Özer dibelokkan oleh sang kiper. Setelahnya, wasit memerintahkan tendangan ulang karena tinjauan VAR menginformasikan Ozer bergerak lebih dulu. Eksekusi penalti kedua yang Dovbyk kembali berhasil dimentahkan Ozer dan lagi-lagi diulang karena Ozer dinilai lebih dulu maju menutup ruang.
Penalti ketiga diambil Matias Soule. Nyatanya, pemain Argentina itu yang berusha melepaskan tembakan melebar ke sisi kiri kiper juga tak berhasil karena untukyang ketiga kali Özer menggagalkan upaya tersebut, menyelamatkan bola dan mengukuhkan penampilan yang tak terlupakan.
Tiga penalti beruntun yang ditepis oleh kiper yang sama dalam satu rangkaian menandai penyelesaian akhir yang luar biasa sekaligus menyakitkan bagi Roma dan sinematik bagi Lille.
Setelah kemenangan 3-1 pada laga perdana melawan Brann , Lille mengukuhkan diri dengan skor sempurna di posisi yang memberikan tempat untuk babak 16 besar kompetisi kontinental sementara wakil Serie A Italia berada di posisi ke-16 (pada laga pertama mereka menang 2-1 melawan Nice) dan akan berusaha bangkit pada pertandingan berikutnya melawan Viktoria Plzen dari Republik Ceko .
Editor: Aspian Nur